Begini Jadinya Ketika Lirik Lagu Toni Braxton Digubah Berbahasa Tegalan

Komunitas Sastrawan Tegalan terus mengkampanyekan bahasa daerah Jawa Tegal atau sering disebut Tegalan ke publik.

Begini Jadinya Ketika Lirik Lagu Toni Braxton Digubah Berbahasa Tegalan
ISTIMEWA
Sastrawan Tegal Dhenok Harti saat membaca puisi berbahasa Tegal beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Komunitas Sastrawan Tegalan terus mengkampanyekan bahasa daerah Jawa Tegal atau sering disebut Tegalan ke publik.

Anggota komunitas yang juga seniman Tegal, Lanang Setiawan menuturkan, berkurangnya penutur bahasa lokal di Tegal merupakan fenomena yang ada seperti sekarang ini.

Ada pasal yang mewajibkan pemerintah daerah (pemda) untuk melindungi, membina, bahasa lokal.

Berkurangnya penutur bahasa lokal menjadi tanggung jawab dari pemda setempat.

Tak terlepas dari itu, dia bersama rekan-rekannya di Komunitas Sastrawan Tegal mencoba terus giat mengambil bagian menjaga bahasa Tegalan sebagai identitas.

"Setelah menggarap film berbahasa Tegal berjudul Titik Balik, kami melebarkan sayap kreatif membuat album mini video klip sajak-sajak Tegalan," kata Lanang, Rabu (23/01/2019).

Menurutnya, mini album itu berisi puisi-puisi atau sajak berbahasa Tegal.

Dalam proses produksi klipnya itu, dia menggandeng pembaca puisi Tegalan yang juga pembaca puisi wanita, Dhenok Harti.

"Saya memilih Dhenok Harti karena reputasinya sudah terbukti dalam pembacaan puisi Tegalan. Dialah satu-satunya wanita yang kemampuan membaca puisi Tegalan tak diragukan lagi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved