Duh, Empat Kelurahan di Pekalongan Ini Sudah Berstatus Endemis DBD

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyatakan ada 4 kelurahan di wilayahnya yang berstatus endemis Demam Berdarah Dengue (DBD).

Duh, Empat Kelurahan di Pekalongan Ini Sudah Berstatus Endemis DBD
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Penyemprotan atau fogging dilakukan petugas Dinkes Kota Pekalongan di beberapa rumah Kelurahan Medono, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyatakan ada 4 kelurahan di wilayahnya yang berstatus endemis Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mulai awal Januari 2019, Dinkes menemukan 4 kasus DBD di 4 kelurahan dan yang telah dinyatakan endemis adalah Podosugih, Medono, Noyontaansari, dan Kuripan Kidul.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan Slamet Budianto mengimbau, masyarakat semakin peka untuk membersihkan tempat-tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti tersebut.

“Masyarakat di kelurahan endemis DBD harus lebih sadar dalam menanggulangi kasus DBD. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) wajib digalakkan,” katanya, Rabu (23/1/2019).

Guna mengantisipasi jumlah kasus DBD semakin meningkat, pihaknya mengimplementasikan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

“Supaya masyarakat sendiri yang memastikan secara berkala adanya jentik atau tidak. Dan program tersebut akan dilakukan serentak untuk memutus perkembanganbiakan nyamuk,” paparnya.

Pihaknya menerangkan, jumlah kasus DBD sebenarnya menurun sejak 2017 yang mencapai 47 kasus menjadi 36 kasus pada 2018.

“Selama 2 tahun terakhir ada 5 orang meninggal dunia karena menderita DBD. Hal tersebut dikarenakan masyarakat terlambat menangani. Mereka mengira penyakit biasa padahal DBD berbahaya,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved