Bawaslu Brebes Temukan Ratusan Paket Tabloid Indonesia Barokah Siap Kirim di Kantor Pos

Tabloid tersebut menuai kontroversi karena dianggap merugikan salah satu pasangan Capres-Cawapres peserta Pemilu 2019

Bawaslu Brebes Temukan Ratusan Paket Tabloid Indonesia Barokah Siap Kirim di Kantor Pos
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Ketua Bawaslu Brebes, Wakro, melihat-lihat isi Tabloid Indonesia Barokah yang beredar di Brebes, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Beberapa masjid di Kabupaten Brebes telah menerima kiriman paket dari Kantor Pos yang berisi Tabloid Indonesia Barokah, Kamis (24/1/2019).

Tabloid tersebut menuai kontroversi karena dianggap merugikan salah satu pasangan Capres-Cawapres peserta Pemilu 2019.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes, Wakro, mengatakan, telah menerima laporan adanya paket yang berisi Tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke sejumlah masjid di Brebes melalui PT Pos Indonesia.

Pihaknya pun melakukan pengecekan dengan mendatangi kantor PT Pos Indonesia di Brebes.

Dari hasil pengecekan, didapati ada 117 paket yang masih berada di kantor Pos Brebes. Beberapa paket telah dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertulis dalam paket tersebut.

"Ada 117 paket yang kami temukan di kantor Pos. Lainnya sudah dikirim yaitu ke beberapa masjid di dua kecamatan yaitu Kecamatan Brebes dan Djatibarang," kata Ketua Bawaslu Brebes, Wakro.

Wakro menyatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan apapun terkait beredarnya tabloid tersebut. Pasalnya, saat ini pihak Bawaslu pusat sedang berkoordinasi dengan Dewan Pers mengenai keabsahan atau validitas tabloid tersebut.

"Kami tidak bisa menahan atau menyetop. Karena arahan dari Bawaslu Jateng dan pusat, agar diidentifikasi dan diinventarisir dulu sambil menunggu instruksi pusat yang berkoordinasi dengan Dewan Pers," jelasnya.

Hanya saja, ia mengimbau agar penerima tabloid yang berisi muatan politik itu tidak diedarkan terlebih dahulu.

Alasannya, dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan kegaduhan terlebih gelaran Pilpres sudah dekat.

Hanya saja, jika PT Pos Indonesia tetap mengirimkan paket tabloid itu ke alamat yang dituju, katanya, hal itu menjadi kewenangan dari PT Pos. Pihaknya tidak bisa mencegah atau melarangnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved