Bawaslu Salatiga Minta Kantor Pos Tunda Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah ke 221 Masjid 

Ratusan tabloid Indonesia Barokah yang beredar di wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah diamankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis (24/1/2019).

Bawaslu Salatiga Minta Kantor Pos Tunda Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah ke 221 Masjid 
Istimewa
(dari kanan) Anggota Bawaslu Kota Salatiga Yesaya Tiluata, Ahmad Dhomiri dan Anggota Polres Salatiga Yuana Budi menunjukkan tabloid 'Indonesia Barokah' Kamis (24/01/2019) malam di Kantor Pos Jalan Moh Yamin Salatiga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM,SALATIGA - Ratusan tabloid Indonesia Barokah yang beredar di wilayah Kota Salatiga, Jawa Tengah diamankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis (24/1/2019) malam ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga Agung Ari Mursito saat dikonfirmasi mengatakan total ada 663 eksemplar tabloid yang kini tertahan di Kantor Pos Jalan Moh Yamin Salatiga.

"Sekarang kondisi masih tersegel di dalam amplop jumlahnya ada 221 amplop. Masing-masing amplop berisi tiga eksemplar tabloid siap edar," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (24/01/2019).

Bejatnya Ranu Setubuhi IPS di Rumah Kos Salatiga, Pelaku Warga Bringin Kabupaten Semarang

Menurut Agung, tabloid tersebut hendak dikirim ke 221 masjid yang berada di Kota Salatiga dengan masing-masing masjid menerima tiga eksemplar.

Dikatakan Agung, jumlah 221 tabloid itu berdasarkan alamat yang tertera pada setiap amplop tertuju di masjid seluruh Kota Salatiga.

"Kalau dirinci Kecamatan Tingkir tersedia 47 eksemplar tabloid, Sidomukti 55 tabloid kemudian Argomulyo sejumlah 61 dan Sidorejo 58 eksemplar," ujarnya.

Untuk saat ini, kata dia, pihak kantor pos diminta menunda pengiriman tabloid ke lokasi sesuai alamat tertera hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

Bawaslu Salatiga lanjutnya menunggu arahan dari Bawaslu RI dan Dewan Pers baru bertindak.

Besok Popda Kota Salatiga Dimulai, 16 Cabang Olah Raga Dipertandingkan

Agung menambahkan, Bawaslu bersamaan dengan temuan tabloid 'Indonesia Barokah' sudah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pengiriman oleh pihak kantor pos.

"Kami tidak menyita karena bukan kewenangan Bawaslu. Sementara tabloid tetap berada dikantor pos. Kecuali pihak kantor pos menitipkan barang ke Bawaslu kami akan terima," jelasnya.

Selain tabloid siap edar di wilayah Kota Salatiga dikantor pos yang sama juga ditemukan tabloid untuk daerah Kabupaten Semarang.

Di sana katanya, tertera alamat pengiriman ke beberapa kecamatan seperti Kecamatan Tuntang, Bringin, Bancak, Getasan, Tengaran, Suruh, Susukan, dan Pabelan.

"Untuk jumlahnya kami tidak tahu. Karena bukan wewenang menghitung biar nanti Bawaslu bersama aparat daerah tujuan yang menghitung," pungkasnya (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved