Ini Dia Empat Perkara yang Membawa Keberuntungan

Muhasabah wat Tarbiyah di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes KH. Masruchan Bisri.

Ini Dia Empat Perkara yang Membawa Keberuntungan
IST
Muhasabah wat Tarbiyah di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes KH. Masruchan Bisri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muhasabah wat Tarbiyah di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi merupakan suatu kegiatan pesantren yang bersifat situasional, termasuk menyambut kedatangan para santri setelah libur panjang semester awal.

Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Dalam acara ini, pengasuh ponpes memberikan arahan dan nasihat kepada para santri, supaya mampu melaksanakan 4 perkara yang bisa mendatangkan keberuntungan.

Manusia yang hancur dan rugi adalah manusia yang ketika di dunia ini hidupnya hanya digunakan untuk mencari harta benda dan bermegah-megahan dengannya sampai masuk ke dalam kubur.

Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Surat At-Takaatsur.

Sebaliknya, orang-orang yang beruntung ialah mereka yang sanggup menggunakan waktunya untuk hal-hal penting dan bermanfaat.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam Surat Al-Ashr.

Dinamakan Surat Al-Ashr karena Allah SWT bersumpah dengan masa di awal surat ini.

Al –Ashr yang artinya masa, dibuat bersumpah oleh Allah SWT, karena masa/waktu mempunyai beberapa keajaiban, berupa keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, kaya dan miskin, mulia dan hina, serta didalam waktu, terdapat berbagai pelajaran, pergantian siang dan malam, gelap dan terang silih berganti, perubahan kejadian, kondisi dan kemaslahatan, semua itu menunjukan eksistensi Allah SWT serta ke-esaan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya.

Masa terbagi menjadi tahun, bulan, hari, jam, menit dan detik. Dalam surat sebelumnya ( At-Takaatsur) Allah SWT menjelaskan, bahwa sibuk dengan perkara dunia dan tenggelam didalamnya, merupakan sesuatu yang tercela dan akan menghancurkan manusia.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved