Turis Asal Belanda Kagum Saksikan Nyadran Gunung Silurah Batang, Begini Ceritanya

NYADRAN Gunung Silurah, digadang-gadang bakal menjadi denyut nadi wisata budaya unggulan di Kabupaten Batang.

Turis Asal Belanda Kagum Saksikan Nyadran Gunung Silurah Batang, Begini Ceritanya
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Gambaran penampilan komunitas dalam Nyadran Gunung Silurah yang digelar Komunitas Batang Heritage, Rabu (23/1/2019) malam. 

Sementara itu, turis asal Belanda yang diminta ikut bermusikalisasi puisi, Elsa, terkagum kehadiran pentas seni-budaya di Silurah.

Dia takjub, terlebih ketika di desa tersebut terdapat peninggalan kerajaan Indonesia berupa Patung Ganesha dan puluhan yoni.

"Saya sudah lama kagum terhadap negara ini. Saya beruntung berada di Batang saat ini. Desa kecil ini ternyata memiliki alam dan nilai sejarah yang memukau," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisita, Pemuda, dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada Komunitas Batang Heritage yang menggagas kegiatan tersebut.

Pihaknya pun berkomitmen akan menjadikan Nyadran Gunung Silurah tersebut untuk dimasukkan ke dalam kalender even Kabupaten Batang.

"Kegiatan nyadran ini terbukti meriah dan kreatif. Gelaran seni di tepian sungai ini, setahu kami baru kali pertama di Kabupaten Batang," tuturnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga mengajak masyarakat Desa Silurah untuk senantiasa kompak mempertahankan tradisi asli desa.

"Ini merupakan aset pemerintah, Kabupaten Batang memiliki budaya khas. Tradisi yang memang perlu selalu dipertahankan. Desa Silurah ini sudah ditunjuk Bupati Batang Wihaji sebagai Pusat Wisata Budaya Kabupaten Batang, termasuk juga Sodong dan Gringgingsari," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved