Jalur Pantura Pekalongan Justru Makin Dipadati Truk, Dampak Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa

Data Dishub Kota Pekalongan, setelah diberlakukannya tarif tol terjadi kepadatan kendaraan atau arus lalu lintas meningkat 70 persen.

Jalur Pantura Pekalongan Justru Makin Dipadati Truk, Dampak Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi lalu lintas jalur Pantura Kota Pekalongan, Jumat (25/1/2019) yang semakin lama semakin padat, meskipun ada Tol Trans Jawa di wilayah tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Operasional dan pengenaan tarif di sepanjang ruas Tol Trans Jawa telah berlaku sejak 21 Januari 2019.

Namun ada pemandangan yang cukup mengherankan.

Seakan tidak terpengaruh atas kehadiran Tol Trans Jawa, arus lalu lintas di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa justru semakin padat, satu contoh di Kota Pekalongan.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, setelah diberlakukannya tarif tol terjadi kepadatan kendaraan atau arus lalu lintas meningkat hingga 70 persen.

Peningkatan itu ditinjau dari jumlah rata-rata kendaraan barang (truk) yang melintasi jalur Pantura Kota Pekalongan di tiap jam.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan Restu Hidayat menjelaskan, sebelum diberlakukan tarif tol, sekitar 200 truk melintas di Jalan Pantura Kota Pekalongan setiap jamnya.

“Namun setelah diberlakukan ada peningkatan kendaraan yang melintas, perkiraan 300 hingga 400 truk melintas setiap jamnya,” paparnya, Jumat (25/1/2019).

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Pekalongan Slamet Prihantono berencana akan memanfaatkan Area Traffic Control System (ATCS) yang dimiliki guna semakin mempermudah pantau arus lalu lintas.

“Jika terjadi kemacetan, kami dapat segera lakukan rekayasa lalu lintas seperti memperpanjang dan memperpendek waktu traffic light, agar antrean kendaraan tidak terlalu panjang,” tambahnya.

Peningkatan truk juga diungkapkan KBO Lantas Polres Pekalongan Kota Ipda Eko Yuli.

“Sebelum diberlakukannya tarif tol lalu lintas di Jalan Pantura Kota Pekalongan lancar dan sepi. Namun setelah ditetapkan banyak pengemudi truk beralih ke jalur reguler ini,” imbuhnya.

Karena arus lalu lintas di jalur reguler meningkat, pihaknya mengimbau para pengendara yang melintas agar lebih berhati-hati dalam melajukan kendaraannya.

“Terutama di titik-titik rawan kemacetan, seperti di Bundaran Monumen Pekalongan maupun perlintasan kereta Jalan KH Mas Mansyur,” tuturnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved