Pengguna Akseleran di Jateng Sumbang Investasi Senilai Rp 10 Miliar

Perkembangan pengguna Akseleran di Jawa Tengah dan Yogayakarta secara konsisten terus mengalami pertumbuhan.

Pengguna Akseleran di Jateng Sumbang Investasi Senilai Rp 10 Miliar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Kegiatan tim sales Akseleran sedang melakukan open booth beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan pengguna Akseleran di Jawa Tengah dan Yogayakarta secara konsisten terus mengalami pertumbuhan.

Sepanjang tahun 2018, di Jawa Tengah sudah ada sebanyak 14 peminjam (borrower), dan lebih dari 2 ribu pemberi pinjaman (lender) dengan nilai investasi hampir sebesar Rp 10 miliar.

Adapun kontribusi terbesar di Jawa Tengah, menurut Head of Public and Government Relation Akseleran, Rimba Laut, masih berasal dari Semarang.

Sedangkan di Yogyakarta sudah menghasilkan lebih dari 200 pemberi pinjaman, dengan nilai investasi sekitar Rp 5 miliar.

Pengakuan Badrun Lakukan KDRT Karena Istrinya Lebih Sering Dandan Ketika Keluar Sendirian

Secara nasional, Akseleran mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 10% sampai 20% setiap bulannya.

"Akhir tahun 2019, Akseleran menargetkan total pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun atau enam kali lipat lebih besar dibandingkan target 2018. Kami optimistis di Jawa Tengah dapat meningkat tiga hingga empat kali lipat di tahun ini, dimana Semarang masih diproyeksikan sebagai kontribusi terbesar," ungkap Rimba Laut, pada Tribunjateng.com, Jumat (25/1/2019).

Rimba menjelaskan, Akseleran mencatat kinerja yang menggembirakan sepanjang tahun 2018.

Pencapaian positif ini, seiring dengan semakin meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat untuk menggunakan Akseleran sebagai layanan P2P Lending.

Akseleran mampu memberikan permodalan kepada para pelaku usaha (borrower), tanpa proses yang rumit, dan memberikan keamanan kepada para pemberi dana (lender).

"Hingga 31 Desember 2018, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 210 miliar, atau 105% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 200 miliar. Jumlah pinjaman tersebut, disalurkan kepada lebih dari 400 pinjaman," terangnya.

Selain itu, Rimba menyebut, Akseleran masih tetap bergerak untuk menyalurkan pinjaman usaha produktif kepada para pelaku usaha kelas menengah ke atas, dengan minimal pinjaman sebesar Rp 75 juta dan maksimal sebesar Rp 2 miliar.

Real Madrid Jadi Klub Terkaya di Dunia Geser Manchester United

Rata-rata bunga yang diberikan oleh Akseleran, baik kepada borrower maupun lender adalah sebesar 18% sampai 21% per tahun, dengan minimal pemberi pinjaman di Akseleran sebesar Rp 100 ribu.

"Kami tetap optimistis dapat mencapai target sebesar Rp 1,2 triliun di akhir 2019, karena funding gap UKM di Indonesia masih sangat besar sekitar Rp 1.000 triliun per tahun. Terpenting kami tetap bisa menjaga kualitas pinjaman yang akan disalurkan, supaya jangan sampai tingkat NPL lebih dari 1% dimana saat ini tingkat NPL masih stabil di angka 0,34%," tandasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved