Siapa Billy Beras? Pengusaha Beras yang Larang Jokowi Blusukan Pasar Induk Cipinang, Ini Tujuannya

Ditemui seusai pertemuan tersebut, Billy mengaku permintaannya punya alasan tersendiri

Siapa Billy Beras? Pengusaha Beras yang Larang Jokowi Blusukan Pasar Induk Cipinang, Ini Tujuannya
facebook
Pengusaha beras Billy Haryanto alias Billy Beras larang Jokowi blusukan ke Pasar Induk Cipinang 

TRIBUNJATENG.COM - Nama pengusaha beras Billy Haryanto mendadak menjadi perhatian publik setelah pengusaha yang juga dikenal dengan nama Billy Beras minta Presiden Joko Widodo tidak lagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Hal itu disampaikan ketika para pengusaha beras yang tergabung dalam DPD Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) bertemu Presiden Joko Widodo, Kamis (24/1/2019) siang.

Ditemui seusai pertemuan tersebut, Billy mengaku permintaannya punya alasan tersendiri. 

"Maksudnya saya melarang itu, karena harga (beras) stabil. Malah cenderung turun. Stok juga cukup ya. Nanti dikira pencitraan (kalau Presiden datang ke Pasar Induk Beras Cipinang) karena ini, kan, masa kampanye pilpres," ujar Billy.

Cerita Suyanti Melahirkan di Jalanan setelah Jalan Kaki 3 Km, Padahal Rumah Sakit Masih Jauh

Baru 5 Hari Nikah Alika Setia Puri Tewas Dibunuh Suami karena Alasan Sepele, Ini Kronologinya

Kisah Dika Pemburu Kelabang di Sragen: Di Mana Ada Kelabang Di Situ Ada Ular Hijau (2/Habis)

Billy juga meminta Presiden Jokowi tidak termakan isu yang dilontarkan pihak-pihak tertentu yang menyebutkan bahwa harga beras dan sejumlah komoditas di pasar tradisional mengalami kenaikan.

"Enggak ada harga beras naik. Hoaks itu. Kami ini pedagang maunya adem. Kalau harga mahal ya kami juga enggak mau," ujar Billy.

U

 Presiden Joko Widodo saat menerima pengusaha beras di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/1/2019).(Fabian Januarius Kuwado) 

Ketua Umum Perpadi Sutarto menjelaskan, pertemuan dengan Presiden untuk memastikan harga beras dan stok di lapangan dalam kondisi baik.

"Situasinya seperti itu, tentunya ini yang menjadi hal yang menggembirakan situasinya. Tidak ada gejolak harga," ucap Sutarto. 

Sutarto juga menyampaikan, beberapa daerah akan memulai panen padi, misalnya di Sragen, Jawa Tengah.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved