Kadin Berharap Ada Kebijakan dari Pemerintah Pusat Terkait Kenaikan Tarif SMU dan Bagasi

Kenaikan Surat Muatan Udara (SMU) sejumlah maskapai penerbangan turut berimbas kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Semarang.

Kadin Berharap Ada Kebijakan dari Pemerintah Pusat Terkait Kenaikan Tarif SMU dan Bagasi
ISTIMEWA
Keadaan di terminal kargo sementara atau shelter Bandara Ahmad Yani Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) sejumlah maskapai penerbangan turut berimbas kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, kenaikan SMU tersebut berdampak sangat berat bagi pelaku UMKM lantaran pembelian produknya menjadi sepi.

"Efeknya nanti juga akan dirasakan pelaku UMKM, yakni mereka yang memporduksi oleh-oleh ataupun menjual oleh-oleh, karena daya beli wisawatan turun dengan tingginya biaya bagasi atau kargo," kata Arnaz, pada Tribunjateng.com, Senin (28/1/2019).

Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara Buat Asperindo Desak Pemerintah Sediakan Pesawat Kargo

Menurut Arnaz, saat ini beban naiknya tarif SMU tersebut memang masih bisa diakali dengan pengiriman melalui jalur darat.

Meski demikian, tentu hal tersebut tidak akan bisa menjadi solusi jangka panjang.

"Salah satu cara lewat transportasi darat untuk menekan biaya bagasi, namun kalau jangka panjangnya belum tahu nantinya akan berimbas seperti apa," ujarnya.

Arnaz menjelaskan, saat ini Kadin Kota Semarang sendiri membawahi sebanyak 500-an pelaku UMKM.

Dengan jumlah sebanyak itu, pihaknya berharap agar ada kebijakan lebih lanjut oleh Pemerintah Pusat, terkait dengan harga tiket pesawat sekaligus harga SMU dan harga bagasi.

"Tentunya harus ada solusi melalui kebijakan Pemerintah, agar dampaknya tidak kepada UMKM," ucap Arnaz.

Sementara itu, Wakil ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih menambahkan, penambahan biaya bagasi, sekaligus kenaikan SMU yang dilakukan oleh maskapai penerbangan, dipastikan berdampak pada omset penjulan pusat oleh-oleh.

"Harus ada kajian ulang tentang pembebanan bagasi bagi penumpang pesawat, jika diteruskan maka ditakutkan akan berimbas pada sektor UMKM dan pusat oleh-oleh ditempat wisata. Nantinya orang akan malas belanja, ini yang bahaya mereka tidak akan beli oleh-oleh," tandas Bambang. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved