Kakek Tunanetra Penjual Sapu Keliling Purwokerto, Miswadi Sehari Jalan Kaki Bawa 12 Sapu

MISWADI (71), warga Desa Karangsari Rt 04 Rw 01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas kesehariannya sebagai penjual sapu keliling di Kota Purwokerto.

Kakek Tunanetra Penjual Sapu Keliling Purwokerto, Miswadi Sehari Jalan Kaki Bawa 12 Sapu
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Miswadi, kakek tunanetra penjual sapu keliling warga Desa Karangsari Rt 04 Rw 01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Permata Putra Sejati

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - MISWADI (71), warga Desa Karangsari Rt 04 Rw 01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas kesehariannya sebagai penjual sapu keliling di Kota Purwokerto

Sepintas, dilihat dari fisik tubuh kakek tersebut seperti penjual sapu keliling lainnya yang kerapkali dijumpai masyarakat di manapun. 

Tetapi bila mencoba lebih dekat dan dalam mengenal Mbah Dalam, sapaan keseharian warga setempat kepada dirinya itu, Miswadi dapat dikatakan sosok pejuang bagi keluarganya, mencari nafkah demi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Di era kemerdekaan ini, perjuangan Miswadi perlu diancungi jempol, tersayat hatinya, dan angkat topi bagi yang melihatnya.

Miswadi adalah penjual sapu keliling tunanetra

Keterbatasan penglihatannya tak lantas menyerah pada keadaan, apalagi hingga berpikiran untuk memanfaatkan kekurangan fisiknya dalam mencari keuntungan instan, mengharap iba dari siapapun.

Awalnya, kakek 4 anak ini memperoleh kemampuan membuat sapu saat dirinya mengikuti kursus bagi penyandang tunanetra di Kabupaten Purworejo pada 1967.

Di sana, dia diajarkan tentang mengolah serabut kelapa menjadi barang bernilai ekonomis.

Satu dari hasil kursus itu yang kini dijadikan sumber penghidupan sehari-hari bersama istrinya, Sartem (50). 

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved