KSOP Tanjung Mas Semarang: Peringatan Gelombang Tinggi Tak Pengaruhi Jadwal Kapal Pelni

Peringatan dini gelombang tinggi kembali diperpanjang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas II Maritim Tanjung Mas.

KSOP Tanjung Mas Semarang: Peringatan Gelombang Tinggi Tak Pengaruhi Jadwal Kapal Pelni
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sejumlah nelayan di Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang sedang menepikan kapal yang terombang ambing ombak, Selasa (22/1/2019). Menurut data BMKG tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Jawa Tengah dengan tinggi Gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah. Oleh karena itu dihimbau untuk masyarakat pesisir pantai agar selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari fenomena supermoon. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan dini gelombang tinggi kembali diperpanjang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas II Maritim Tanjung Mas.

Berdasar Surat Edaran ME.301/PD/28/KTJM/I/2019, peringatan tersebut berlaku mulai 28 Januari 2019 pukul 07.00 hingga 31 Januari 2019 pukul 07.00.

Peringatan tersebut muncul karena adanya siklon topis 'riley' di Samudra Barat Australia dengan pusat tekanan 977 hPa dan kecepatan maksimal 60 knot.

Perlu diketahui, siklon tropis (hurikan, angin puyuh, badai tropis, taifun) adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis.

Angin ini bersifat sangat merusak dan kerap terjadi di Samudra Hindia dan perairan barat Australia.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko, pola sirkulasi massa udara di barat daya Meulaboh sudah teridentifikasi.

"Pola angin di utara Indonesia umumnya berasal dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 7-25 knot. Sedangkan di selatan Indonesia umumnya dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 7-30 knot," paparnya.

Di wilayah laut Jawa, perairan utara Jawa Tengah, dan perairan selatan Kalimantan, angin yang bertiup kencang menyebabkan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.

"Gelombang setinggi ini akan berpengaruh untuk pelayaran perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry. Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau pesiar akan berpengaruh jika tinggi gelombang di atas 4 meter," jelasnya.

Terkait peringatan dini gelombang tinggi, Kepala KSOP Tanjung Mas Semarang, Ahmad Wahid, mengatakan sudah rutin menginformasikan hal tersebut kepada para nahkoda kapal.

"Gelombang yang tingginya mencapai 2,5 meter tidak berpengaruh pada kapal besar. Namun khusus untuk kapal kecil termasuk kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal takboat untuk sementara tidak kami izinkan berlayar," bebernya.

Penundaan pelayaraan ini menurutnya menunggu cuaca kembali dinyatakan baik untuk pelayaran kapal kecil.

Gelombang tinggi yang terjadi di laut utara Jawa Tengah dan selatan Kalimantan tidak berpengaruh pada jadwal pelayaran kapal Pelni maupun kapal besar lainnya.

"Kapal Pelni dan kapal besar tetap berlayar seperti biasa. Tidak ada gangguan karena memang gelombang tidak begitu berpengaruh. Tapi khusus untuk kapal yang menuju ke Karimunjawa kami himbau untuk waspada," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved