Nenek Khodijah dan Kepungan Banjir Kota Pekalongan, Dirawat Warga di Gedung Posyandu Sakura

Kondisi wanita renta berusia 80 tahun ini terlihat lemas di Gedung Posyandu Sakura Rt 01 Rw 18 Perum Limas Indah Estate, Klego, Kota Pekalongan.

Nenek Khodijah dan Kepungan Banjir Kota Pekalongan, Dirawat Warga di Gedung Posyandu Sakura
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Warga Perum Limas Indah Estate Kota Pekalongan merawat Khodijah di Gedung Posyandu Sakura kompleks setempat, Senin (28/1/2019). Nenek usia 80 tahun ini enggan mengungsi, padahal wilayah tersebut sedang dikepung banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kondisi wanita renta berusia 80 tahun ini terlihat lemas di Gedung Posyandu Sakura Rt 01 Rw 18 Perum Limas Indah Estate Kelurahan Klego Kecamatan Pekalongan Timur.

Di gedung itulah, nenek usia lanjut bernama Khodijah dirawat warga dan sebagai lokasi dirinya menghindari kepungan air yang menggenangi Kota Pekalongan beberapa hari terakhir ini.

Nenek Khodijah tak mau dievakuasi, bahkan sebelum banjir datang ia dibawa warga untuk berobat ke RSUD Bendan, namun terus meronta meminta pulang.

Ida Roswati (41) warga Rt 01 Rw 18 menuturkan, Khodijah tak punya keluarga dan dirawat warga Perum Limas Indah Estate.

“Ia mengidap penyakit komplikasi. Kesehariannya hanya menempati rumah warga di perumahan ini,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (28/1/2019).

Ida bercerita, saat Khodijah dibawa ke RS Bendan beberapa hari lalu, pihak rumah sakit memberikan infus dan transfusi darah.

“Namun Khodijah berontak dan melepas paksa infus itu hingga darah keluar,” tuturnya.

Pihaknya ingin Khodijah dapat diungsikan ke tempat yang lebih aman, karena takut air semakin meninggi.

“Mendung juga masih terus terlihat di tiap harinya. Kalau setiap hujan mengguyur, kami takut air banjir semakin meninggi dan mengepung kompleks ini,” jelasnya.

Mudiarto Ketua Rt 01 Rw 18 Perum Limas Indah Estate menjelaskan, tim gabungan PMI, Satpol PP, dan Damkar Kota Pekalongan telah mengusahakan dapat mengevakuasi nenek Khodijah.

“Tapi kami menunggu kepastian dari pemerintah terkait pelayanan kesehatan dan yang menanggung Khodijah,” terangnya.

Ia mengharapkan ada tempat untuk menampung Khodijah dan kepastian terkait penanganan Khodijah.

“Kalau belum ada kepastian kami rela merawat nenek tersebut di sini, meskipun kondisi banjir seperti saat ini,” paparnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved