Berawal Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Brebes Ini Dipaksa Layani Hubungan Intim Pelaku

Pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Brebes usai dilaporkan keluarga korban. Pelaku saat ini telah mendekam di tahanan Mapolres Brebes.

Berawal Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Brebes Ini Dipaksa Layani Hubungan Intim Pelaku
ISTIMEWA
Pelaku pencabulan seorang siswi SMP di Brebes digiring petugas ke tahanan Mapolres Brebes, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Seorang siswi SMP di Kabupaten Brebes, FA (14), menjadi korban pencabulan oleh seorang pemuda, M Koidnudin (24), warga RT 1 RW 5, Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung.

Pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Brebes usai dilaporkan keluarga korban. Pelaku saat ini telah mendekam di tahanan Mapolres Brebes.

Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim, Iptu Triyatno mengatakan, korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial facebook pada Minggu (20/1/2019) lalu.

Setelah itu, keduanya pun sepakat untuk ketemuan.

"Mereka bertemu setelah maghrib. Setelah bertemu, mereka kemudian jalan-jalan," kata Triyatno, di Mapolres Brebes, Selasa (29/1/2019).

Saat bertemu, korban datang sendirian menggunakan sepeda motor. Sedangkan pelaku datang menggunakan sepeda motor dan berboncengan dengan temannya.

Kemudian, korban dan pelaku jalan-jalan menggunakan sepeda motor pelaku.

Sementara motor korban dikendarai oleh teman pelaku. Setelah cukup lama, mereka memutuskan untuk pulang.

Di pertengahan jalan pulang itulah, korban yang masih membonceng, diajak berhenti oleh pelaku di sebuah lapangan dengan alasan untuk berfoto.

"Awalnya korban dirayu untuk melakukan hubungan suami-istri, karena ditolak akhirnya pelaku mengancam korban akan dibunuh kalau tidak mau menuruti nafsu bejatnya," jelasnya.

Pelaku M Koidnudin kini terpaksa berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena melakukan asusila terhadap anak di bawah umur.

Ia dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 dengan UU Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 Tahun 2002.

"Ancaman pidananya 5 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved