Dosen Vokasi Undip Berikan Alat Pengolah Rajungan Pada Nelayan Sayung

pada tanggal 10 September 2018 tersebut diikuti tiga dosen Undip yaitu Eko Julianto Sasono, Agus Suprihanto, Seno Darmanto

Dosen Vokasi Undip Berikan Alat Pengolah Rajungan Pada Nelayan Sayung
Istimewa
Dosen Pengandian Vokasi Undip Berikan Alat Pengolah Rajungan Pada Nelayan Sayung

TRIBUNJATENG.COM - Dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Undip mengaplikasikan hasil riset dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Des Timbulsloko, Kecamatab Sayung, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 September 2018 tersebut diikuti tiga dosen Undip yaitu Eko Julianto Sasono, Agus Suprihanto, Seno Darmanto.

Dalam kegiatan ini tiga dosen Undip mengaplikasikan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam program Pengembangan Kemitraan Masyarakat untuk kelompok Nelayan.

Menurut Sasono kegiatan tersebut merupakan bentuk hilirisasi hasil riset dosen UNDIP sekaligus sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat yang merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam kegiatan ini tim memberikan hibah alat untuk mengolah rajungan melalui pengukusan dengan ketel, serta pedoman operasionalnya agar proses produksi lebih efisien dan higienis.

Pihak Undip memilih Mitra UKM Desa Timbulsloko yang bermitra dengan Kelompok Doa Barokah dan Nelayan Sayung dimana kedua kelompok tersebut khusus menangkap rajungan sebagai produk tangkapan laut bernilai tinggi.

"Masalah utama yang dihadapi mitra adalah peralatan yang digunakan untuk mengolah rajungan dan produk laut lain (ikan dan sejenisnya) sehingga produk yang dihasilkan kurang maksimal.

Dengan bantuan alat pengukus berupa ketel akan meningkatkan umur rajungan.Pada akhirnya diharapkan kesejahteraan mitra akan meningkat.” tutur Sasono

Dalam kesempatan itu tim menyampaikan prosedur pengoperasian dan perawatan alat ketel pengukusan agar dalam penggunaannya dapat memberikan keamanan dan kelancaran produksinya.

Tim melaksanakan kegiatan tersebut di daerah Nelayan pinggirankota dengan pertimbangan di daerah tersebut ada kelompok usaha bersama “Doa Barokah“ yang juga membina ibu ibu nelayan untuk memproduksi aneka jenis krupuk ikan.

Sementara itu, masalah utama dari mereka dengan peralatan yang sederhana dan manual produksinya kurang maksimal.

Menurut keterangan kelompok usaha tersebut dalam proses produksinya mereka masih menggunakan peralatan seadanya karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan penggunaan alat mekanisasi.

Dengan adanya penyuluhan pengoperasian dan perawatan alat pengukus rajungan dan sejenisnya sumbangan dari tim mereka merasa sangat terbantu dalam meningkatkan produksinya. (*)

Penulis: Like Adelia
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved