Wakil Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Bersama-sama Tambal Jalan Berlubang Memakai Batuan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak warga menambal jalan yang berlubang dengan batu-batuan.

Wakil Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Bersama-sama Tambal Jalan Berlubang Memakai Batuan
TRIBUN JATENG/FAISAL M AFFAN
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengutarakan kekecewaannya saat hadiri Rakor Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Gedung Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak warga menambal jalan yang berlubang dengan batu-batuan untuk mengatasi jalan berlubang dalam kondisi darurat.

"Di daerah mana itu ada orang tua yang jalannya rusak, dijupukno pasir, dipasangi dewe-dewe (diambilkan pasir lalu dibenahi sendiri, Red)," ujanya kepada wartawan di pendopo Pemkab Demak, Selasa (29/1/2019).

Pemprov Jawa Tengah akan mendorong hal semacam itu, paling tidak dengan diberi batuan-batuan agar lubang-lubang itu tidak terlalu dalam dan tidak terlalu lebar sehingga pengguna jalan bisa terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Angka Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah Turun 48 Persen Selama 2018

"Di sini kita akan mengoptimalkan yang ada di Pemprov Jateng karena di Demak terdapat jalan nasional Pantura. Kita harus mengusulkan penanganan darurat, saya ingin mengajak warga gotong-royong untuk menambal," imbuhnya.

Dijelaskan, dari Semarang ke Barat masih lebih baik karena terbantu dengan adanya tol trans Jawa.

Sementara dari Semarang ke Timur kita perlu waspada karena hanya ada Jalan Pantura.

Pemerintah pusat memberikan solusi dengan pembangunan jalan tol laut atau sabuk laut.

Menurutnya, saat ini tol laut masih dalam tahap pelelangan semoga lelangnya bisa berjalan dengan baik, antusias masyarakat juga baik.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Temui Wakil Gubernur Jawa Tengah Bahas Kemiskinan

Target Pemrov Jateng yaitu bagaimana caranya tol laut bisa terealisasi dengan cepat.

"Semoga pembangunan tol laut bisa cepat selesai tahun 2019, sehingga tidak ada peninggian ruas jalan lagi yang mengakibatkan kemiskinan karena masyarakat juga harus meninggikan jalan di desanya," paparnya.

"Kalau jalan Pantura ditambah, masyarakat juga harus menambah, maka saing-saingan, nguruk, ini kita tidak mau,"pungkasnya. (*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved