Pengedar Upal Kembali Ditangkap, Kapolres Pekalongan: 1.491 Lembar Nominal Rp 100 Ribu Disita

Petugas kepolisian dari Polres Pekalongan menyita 1.491 lembar uang palsu (upal) dari 3 pelaku, asal Kabupaten Wonosobo, Banyumas, dan Banjarnegara.

Pengedar Upal Kembali Ditangkap, Kapolres Pekalongan: 1.491 Lembar Nominal Rp 100 Ribu Disita
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menunjukan uang palsu yang berhasil diamankan dari tiga pelaku, Rabu (30/1/2019) di Mapolres Pekalongan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Petugas kepolisian dari Polres Pekalongan menyita 1.491 lembar uang palsu (upal).

Ribuan uang pecahan Rp 100 ribu tersebut disita dari 3 pelaku, asal Kabupaten Wonosobo, Banyumas, dan Banjarnegara.

Ketiganya dibekuk petugas saat bertransaksi di sebuah minimarket di Kelurahan Gumawang Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Mereka yang dimaksud itu adalah tersangka Aziz (32) warga Kabupaten Wonosobo, Ahmad Murtadi (49) asal Banyumas, dan Tuhari (41) warga Banjarnegara.

Tuhari berucap, memperoleh upal tersebut dari rekannya di Kota Semarang, yang merupakan teman semasa menjalani tahanan di Rutan Rowobelang Kabupaten Batang.

"Saya beli dari Kholek, teman saya dari Semarang seharga Rp 500 ribu untuk 1.491 lembar pecahan Rp 100 ribu. Rencana akan kami jual Rp 70 juta," jelas, Rabu (30/1/2019).

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menerangkan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat.

“Penuturan tersangka rencananya upal tersebut akan dijual ke warga Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. Kami juga sedang mencari penjual upal ke 3 tersangka,” katanya.

Pihaknya menuturkan, pelaku merupakan residivis kasus serupa. 

Mereka terancam Pasal 36 Ayat 2 dan Pasal 34 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kami mengamankan 1.491 lembar upal dan 9 lembar uang asli. Total sebesar Rp 150 juta,” ujarnya.

Adapun Penyelia Kasir Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Tegal Bambang Anggoro menerangkan, pelaku memalsukan uang melalui teknik cetak inject dan laser.

“Pengungkapan kasus upal ini merupakan kasus pertama di 2019, tahun sebelumnya BI Tegal juga menyita 3.200 lembar pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu di wilayah kerja kami,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved