Andi Arief Sebut Pembeli Pisang & Martabak Anak Jokowi Turun, Tim Jokowi Solo: Gak Nyambung!

Pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief soal pembeli pisang dan martabak anak Jokowi bisa turun drastis gara-gara Ahmad Dhani ditahan

Andi Arief Sebut Pembeli Pisang & Martabak Anak Jokowi Turun, Tim Jokowi Solo: Gak Nyambung!
TRIBUNNEWS
Andi Arief 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief soal pembeli pisang dan martabak anak Jokowi bisa turun drastis gara-gara Ahmad Dhani ditahan, dinilai tidak nyambung dan hanya cari sensasi.

Menurut Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Solo, Her Suprabu, pernyataan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak nyambung.

"Gak ada hubungannya, gak nyambung," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (31/1/2019).

Justru Her Suprabu menilai, jika memang Andi Arief menilai Sang Pisang milik Kaesang Pangarep dan Markobar milik Gibran Rakabuming omsetnya akan turun, maka dia menyindir Ahmad Dhani penggemar Markobar.

"Mungkin Dhani selama ini penggemar Makobar, karena kasus hukum akhirnya tidak bisa beli dulu," tuturnya.

Dia menilai, harusnya Andi Arief tidak mengait-ngaitkan kasus hukum yang menimpa musisi sekaligus juru kampanye Prabowo-Sandi itu dengan usaha atau bisnis anak presiden.

"Mestinya bisa dipilih dan dipilah, janganlah dicampuradukkan dengan urusan politik, baik bisnis dan kasus hukumnya," terang dia. 

Diberitakan sebelumnya, Andi Arief lewat akun media sosial Twitter miliknya ikut berkomentar soal penahanan Ahmad Dhani.

Seperti diketahui, Majelis hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman penjara selama satu tahun enam bulan kepada Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian.

Adapun, vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dua tahun penjara.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved