Dinas Perdagangan Kota Semarang Sidak Instalasi Listrik di Pasar Tradisional

Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) intalasi listrik di beberapa Pasar Tradisional, Kamis (31/1/2019).

Dinas Perdagangan Kota Semarang Sidak Instalasi Listrik di Pasar Tradisional
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas Dinas Perdagangan mengecek saluran listrik di Pasar Langgar, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) intalasi listrik di beberapa Pasar Tradisional, Kamis (31/1/2019).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menuturkan, sidak tersebut dilakukan lantaran adanya kebakaran yang terjadi Pasar Jatingaleh beberapa waktu lalu.

"Kasus kebakaran Pasar Jatingaleh menjadi pelajaran bersama. Diduga penyebab kebakaran yang berawal dari hubungan konsleting. Kami meminimalisir penyebab kebakaran yang mungkin terjadi akibat instalasi listrik yang kurang benar dengan sidak ini," jelas Fajar disela-sela sidak di Pasar Langgar dan Pasar Karimata.

Pada saat sidak, Dinas Perdagangan Kota Semarang menemukan 12 titik listrik tambahan di Pasar Langgar dan 11 titik listrik tambahan di Pasar Karimata.

"Banyak pedagang yang menambah sendiri instalasi listriknya salah satunya dengan menyalurkan arus melalui kabel serabut," ujarnya.

Adanya temuan tersebut, dia mengimbau para pedagang tidak menggunakan titik listrik tambahan untuk mengurangi resiko bahaya kebakaran.

Dia menjelaskan, penggunaan kabel serabut untuk mengambil aliran listrik tidak diperbolehkan. Setidaknya mereka harus menggunakan kabel NYM 2×1,5 untuk instalasi sekunder dan NYM 2×2 untuk instalasi utama.

"Pedagang memang diperbolehkan menambah instalasi listrik di kiosnya namun harus seizin dinas," tegasnya.

Dia menandaskan, tidak ingin kecolongan kasus kebakaran serupa seperti yang pernah terjadi di Pasar Waru pada 2014, Pasar Johar pada 2015, dan Pasar Jatingaleh belum lama ini.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Karimata Wahyudi mengatakan, akan segera melakukan sosialisasi kepada pedagang.

Dia mengakui, selama ini sosialisasi terkait penggunaan listrik memang jarang dilakukan.

"Kami juga baru paham mengenai penggunaan kabel semacam itu karena untuk penggunaan listrik memang swadaya masing-masing pedagang. Kami akan segera kumpulkan rekan pedagang sekaligus menyosialisasikan kebijakan seperti ini karena memang sangat penting untuk dipahami bersama," paparnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved