Bawaslu Purbalingga Mencari 2.898 Calon Panwas TPS, Jika Tertarik Syaratnya Seperti Ini

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga membuka pendaftaran untuk 2.898 pengawas tempat pemungutan suara (TPS).

Bawaslu Purbalingga Mencari 2.898 Calon Panwas TPS, Jika Tertarik Syaratnya Seperti Ini
tribunjateng/dhian adi putranto
Ketua Bawaslu RI, Abhan Misbah menjabati para pengawas TPS dalam apel siaga menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah di Alun-Alun Kabupaten Kendal, Minggu, 24 Juni 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga membuka pendaftaran untuk 2.898 pengawas tempat pemungutan suara (TPS).

Komisioner Bawaslu Purbalingga Joko Prabowo mengatakan, pengawas TPS tersebut akan bertugas selama sebulan hingga tujuh hari setelah (H+7) pencoblosan.

Joko mengatakan, panitia nantinya berasal dari panitia pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) yang akan diumumkan secara resmi pada 4-10 Februari 2019 mendatang.

Adapun pendaftaran mulai dibuka pada 11-21 Februari 2019 mendatang.

Hari ini, Jumat (1/2/2019), Bawaslu bersama seluruh panwascam berkoordinasi membahas tentang teknis pelaksanaan perekrutan tersebut.

“Hasil rapat di Kota Salatiga, kami adakan rekrutmen ini, tentang pengawas TPS. Kami segera bahas teknis rektutmennya,” kata Joko.

Joko menambahkan, semua warga negara yang telah berusia sedikitnya 25 tahun pada saat pendaftaran dan berpendidikan paling rendah SMA boleh mendaftarkan diri sebagai pengawas TPS.

Selain itu, kecakapan serta pengetahuan tentang kepartaian, pemilu, ketatanegaraan, serta pengawasan pemilu diutamakan.

Pihaknya membutuhkan pengawas TPS yang benar-benar mempunyai kecakapan dalam penyelenggaraan serta bisa dibentuk sumber daya manusia (SDM).

“Bagaimana mereka memahami tentang aturan pemilu, bagaimana prosedur waktu pencoblosan, dan surat suara yang sah dan tidak itu, harus disamakan persepsinya,” imbuhnya.

Adapun syarat lain bagi pendaftar adalah bukan anggota partai terhitung 5 tahun ke belakang, serta tidak terikat perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

Masyarakat yang ingin mendaftar juga dapat menanyakan langsung kepada panwascam di masing-masing kecamatan agar memperoleh informasi lebih akurat. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved