Dana Asing Masuk ke Indonesia Paling Tinggi di Asia Tenggara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indeks saham dengan kenaikan tertinggi kedua sepanjang Januari

Dana Asing Masuk ke Indonesia Paling Tinggi di Asia Tenggara
SHUTTERSTOCK Via Kompas.com
Ilustrasi dolar AS 

TRIBUNJATENG.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indeks saham dengan kenaikan tertinggi kedua sepanjang Januari dibandingkan dengan bursa Asia Tenggara lain.

Pada bulan pertama tahun ini, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,35 persen, menjadi yang tertinggi kedua setelah indeks PSEi milik Filipina yang naik 6,88 persen secara year to date (ytd) dari posisi Desember lalu.
Head of Research Lotus Andalan Sekuritas, Krishna Setiawan menilai, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan yang membuat IHSG bisa menduduki peringkat kedua.

"Dalam 10-15 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara ketujuh terbaik di dunia, sementara jika dibandingkan dengan negara Asia lain saat ini kita (Indonesia-Red) termasuk yang terbaik," katanya, kemarin.
Apalagi, Indonesia terbukti tahan banting meski kerap diterpa sentimen global. Bahkan, Indonesia selalu mampu melewati. Hal itu dibuktikan dari rupiah kian menguat meski neraca pembayaran dan neraca perdagangan defisit.

Investor masuk

Hal itu pula yang dinilai menjadi pertimbangan investor masuk dan memilih berinvestasi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Malaysia misalnya, pertumbuhan ekonominya tidak sebaik Indonesia.

"Prospek Indonesia ke depan kalau semua bisa dilalui, seperti misalnya current account tidak lagi defisit, jauh lebih cerah," jelas Krishna.

Analis Semesta Indovest Sekuritas, Aditya Perdana Putra menyatakan, emiten di BEI juga masih ekspansi.

"Saham-saham outperform pergerakannya di tahun ini," tuturnya.

Hal itu pula yang membuat investor asing tertarik investasi di Indonesia. Mengutip data Bloomberg, dana asing yang masuk ke pasar modal domestik mencapai 1,79 miliar dollar AS, paling tinggi dibandingkan dengan negara

Asia Tenggara lain. Nilai tersebut jauh dibandingkan dengan Filipina, dengan jumlah dana asing yang masuk hanya sebesar 340,2 juta dollar AS.

Krishna menjelaskan, IHSG tidak dapat naik ke posisi tertinggi karena kapitalisasi pasar di Indonesia yang besar. "Karena kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia besar, akan lebih sulit untuk menggerek IHSG daripada Filipina," jelasnya.

Menurut dia, sentimen yang akan mempengaruhi bursa Asia adalah kesepakatan perang dagang antara China dan Amerika Serikat pada awal Maret.

Jika tidak ada titik temu, maka The Fed akan kembali menaikkan suku bunga dan asing menarik dana dari Asia. Karena itu, Krishna menyarankan masuk ke saham-saham perbankan, karena terbukti kinerjanya baik. (Kontan/Auriga Agustina)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved