Ingin Kurangi Aktivitas Anak Main Gadget? Bawa Saja ke Alun-Alun Demak, Ada Stand Mewarnai

Sejumlah Anak tampak asik menggoreskan kuas di atas kanvas menggunakan cat air di Alun - Alun Demak, Minggu (3/2/2019) pagi.

Ingin Kurangi Aktivitas Anak Main Gadget? Bawa Saja ke Alun-Alun Demak, Ada Stand Mewarnai
Tribunjateng/ Alaqsha Gilang Imantara
Asyik mewarnai - Seorang anak sedang asik mewarnai di Stand Mewarnai Alun - alun Demak, Minggu (3/2/2019) pagi. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sejumlah Anak tampak asik menggoreskan kuas di atas kanvas menggunakan cat air di Alun - Alun Demak, Minggu (3/2/2019) pagi.

Ada berbagai gambar yang bisa diwarnai mulai dari tokoh kartun Doraemon hingga bunga-bungaan.

Saat mewarnai, anak bisa didampingi oleh orang tua ataupun pemilik stand. Selesai mewarnai, kita bisa membawa pulang hasil mewarnai dengan membayar sebesar Rp 15 ribu.

Seorang anak kelas 3 SD, Calista Putri Arindita (8), mengaku senang dengan stand melukis di Alun - alun Demak. Dirinya bahkan pernah juara 1 lomba mewarnai saat masih TK.

"Saya suka mewarnai mulai dari gambar Spongebob, helokity, Doraemon. Saya biasanya ketika pulang sekolah saat waktu senggang mewarnai di rumah," ungkap Caca sapaan akrabnya.

Paman Caca, Teguh, mendukung kegiatan stand mewarnai di alun-alun Demak karena bisa mengurangi anak dalam hal bermain gadget dan mereka bisa bersosialisasi dengan teman-teman.

"Saya ke sini bawa 3 keponakan, daripada di rumah main gadget sendiri-sendiri, mendingan saya bawa ke sini biar bisa saling bersosialisasi," ungkap warga Dukuh Krapyak, Kelurahan Bintoro, Demak itu.

Seorang anak kelas 2 SD, Wildan Prasetya (7), mengaku antusias dengan mewarnai. Putra pasangan Sugeng dan Marna Dian ini memang hobi melukis dan mewarnai.

Ibunya, Marna Dian, mendukung stand mewarnai karena bisa melatih kreativitas anak daripada mainan yang tidak jelas.

Pemilik Stand, Muhammad Ervan Nafis Yuniagy (20), mengaku telah membuka stand mewarnai sejak 2 bulan yang lalu. Dirinya membuka stand untuk membantu ayahnya yang bekerja wiraswasta, kadang-kadang juga di sawah.

Ervan sapaan akrabnya mengaku sedang liburan semester, sehingga dia memanfaatkan waktu dengan membuka stand mewarnai untuk menambah penghasilan sehingga dapat membantu ayahnya.

"Saya menyediakan 8 gambar yang bisa dipilih oleh anak-anak, modelnya tokoh kartun dan animasi. Pengunjung cukup membayar Rp 15 ribu. Hasil mewarnai bisa di bawa pulang dan disimpan," ungkap warga Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Demak itu.

Remaja yang bercita-cita menjadi programmer ini ingin memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak sekaligus menjadi hiburan bagi anak-anak di akhir pekan.

"Saya buka stand mulai jam setengah 6 pagi sampai jam 11. Terkadang standnya sepi, kadang ramai. Kalau pas hujan biasanya sepi kadang saya juga tidak buka stand saat musim hujan,"pungkas Ervan.(*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved