Kepala DPKP Brebes Minta Gudang Bawang Diaktifkan Kembali

Data DPKP Kabupaten Brebes mencatat panen bawang merah periode Januari-Februari 2019 mencapai 9.700 hektar lebih dengan potensi produksi 98.943 ton.

Kepala DPKP Brebes Minta Gudang Bawang Diaktifkan Kembali
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Para petani bawang merah di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, sedang menyunting hasil panen untuk dijual. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Menjelang panen raya bawang merah di Kabupaten Brebes yang diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan, Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes langsung menggelar koordinasi terpadu melibatkan instansi terkait.

Data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mencatat panen bawang merah periode Januari-Februari 2019 mencapai 9.700 hektar lebih dengan potensi produksi 98.943 ton.

Dalam setahun, panen raya Brebes terjadi 2 kali musim yaitu Januari-Februari dan Juli-Agustus.

"Musim panen raya Januari-Februari 2019, Brebes dihadapkan pada kendala musim hujan. Petani terkendala pengeringan dan penyimpanan kalau harus tunda jual. Kami usulkan gudang bawang yang ada di kabupaten dapat diaktifkan kembali dengan biaya subsidi pemerintah daerah," kata Kepala DPKP Brebes, Yulia Hendrawati, dalam keterangannya, Minggu (3/2/2019).

Ia menuturkan, pada musim panen raya Juli-Agustus tidak ada masalah karena panas cukup. Disamping itu, harga pada musim tersebut relatif stabil.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufiq, menegaskan tugas utama Kementerian Pertanian dan DPKP Brebes adalah peningkatan produksi bawang merah. Saat panen melimpah, Kementerian lain dan Bulog diminta lebih proaktif melakukan langkah penyerapan.

"Permendag 96 tahun 2018 mengamanatkan kepada Bulog atau BUMN lain untuk melakukan penyerapan ketika harga bawang merah di bawah harga acuan. Kalau mekanisme ini saja diefektifkan, sudah sangat membantu petani," kata Yazid.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto menekankan pentingnya penyelesaian bawang merah Brebes secara holistik. Menurutnya, masalah bawang merah di Brebes sudah berlangsung lama dan permasalahannya itu itu saja yaitu seputar harga, OPT, pestisida dan turunnya kualitas lahan.

"Petani menjerit karena harga yang turun saat panen raya, belum lagi maraknya penjualan pestisida palsu, dan perilaku atau kebiasaan petani yang suka mengoplos pestisida. Fenomena ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan perlu ada tindakan-tindakan agar yang bersifat holistik untuk menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved