Pemilu 2019

Wabup Temanggung: Jangan Jadikan Masjid untuk Memecah Belah Persaudaraan Umat

Wakil Bupati Temanggung, R Heri Ibnu Wibowo, meminta jangan sampai masjid justeru digunakan untuk memecah belah persaudaraan umat

Wabup Temanggung: Jangan Jadikan Masjid untuk Memecah Belah Persaudaraan Umat
Istimewa
Wakil Bupati (Wabup) Temanggung, R. Heri Ibnu Wibowo, meresmikan selesainya renovasi Masjid Al Kautsar di Kelurahan Sidorejo, Temanggung. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Wakil Bupati (Wabup) Temanggung, R Heri Ibnu Wibowo, mengatakan jalinan ukhuwah Islamiyah umat muslim di Indonesia akan diuji pada perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Ia meminta, agar perbedaan politik tak memecah belah jalinan ukhuwah islamiyah yang selama ini sudah terbangun.

Karena itu, ia meminta agar masjid j‎angan sampai digunakan sebagai alat propaganda politik. Demikian disampaikan Heri di sela-sela peresmian Masjid Al Kautsar di Sekip Baru, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Sabtu (2/2/2019).

"Ukhuwah Islamiyah kita akan diuji, jangan sampai masjid justeru digunakan untuk memecah belah persaudaraan umat," katanya, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/2/2019).

Heri menuturkan, umat Islam di Indonesia tak hanya terhimpun dalam satu partai. Melainkan, banyak kader-kader muslim potensial yang mewakafkan dirinya untuk perjuangan rakyat, melalui beragam partai yang ada di Indonesia.

"Jika karena perbedaan pollitik dan baju partai menyebabkan pecahnya ukhuwah Islamiyah, itulah yang diinginkan orang-orang yang tak suka umat Islam Indonesia bersatu, erat dalam persaudaraan," ujarnya.

‎Ia berharap, para jamaah Masjid Al Kautsar, (dan masjid-masjid lainnya), tak memandang dan membeda-bedakan mereka yang datang beribadah ke rumah Allah.

Heri menegaskan, apapun partai dan aliran politiknya, semua umat Islam dipersilakan beribadah di masjid tersebut.

‎"Sekali lagi, jangan sampai masjid ini digunakan untuk alat berpoliti‎k, mari fungsikan masjid untuk meningkatkan ibadah, habluminallah dan hablumminanas, dan juga untuk meningkatkan keimananan dan ketakwaan kita semua," tuturnya.

Heri menambahkan, untuk membangun masjid secara fisik itu sejatinya mudah. Namun yang menjadi permasalahan sementara ini banyak masyarakat yang ingin mendirikan bangunan secara monumental saja, belum sampai berpikir bagaimana untuk memakmurkan masjid itu sendiri.

"Jangan sampai kita lihat bangunan masjidnya baik, tetapi jamaahnya hanya beberapa orang dan ketepatan waktu shalatnya belum ada di situ. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian kita dan menjadi PR kita bagaimana bisa memakmurkan masjid ini," katanya.

Ketua Yayasan Al Kautsar Kurniawan mengatakan, masjid memang dibuat oleh Rasulullah untuk memulai peradaban Islam dan peradaban kaum muslim waktu itu. Menurutnya, ‎umat ditempa untuk beribadah, berukuwah, dan berjamaah di masjid.

"Dan semangat itulah yang diharapkan bisa kita teladani melalui masjid Al Kautsar ini. Mudah-mudahan masjid ini benar-benar menjadi pijakan kita semua untuk membangun sebuah peradaban masyarakat madani, kaum muslimin yang kita cita-catakan bersama," ucapnuya.

Masjid Al Kautsar dibangun pada 1998 dan pada 2016 mulai dilakukan renovasi dan baru selesai akhir 2019 dengan menelan dana sekitar Rp1,1 miliar.‎ (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved