Disperkim Kota Semarang Yakin Infrastruktur Pendukung Bagi Relokasi PKL Karangtempel Siap Pekan Ini

Pembangunan infrastruktur di Kawasan MAJT sebagai tempat relokasi bagi para PKL Karangtempel dikebut Pemkot Semarang.

Disperkim Kota Semarang Yakin Infrastruktur Pendukung Bagi Relokasi PKL Karangtempel Siap Pekan Ini
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pemilik kios membersihkan sisa kayu di Barito Kelurahan Karangtempel Kota Semarang, Kamis (31/1/2019). Kios tersebut dibongkar karena bakal direlokasi di Kawasan Pasar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengebut pembangunan infrastruktur di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang akan dijadikan tempat relokasi bagi para pedagang kaki lima (PKL) Karangtempel.

Sehingga, para PKL tersebut dapat segera berpindah ke tempat relokasi dan normalisasi Sungai BKT dapat segera diselesaikan.

Kepala Semarang'>Disperkim Kota Semarang, Ali menuturkan, pihaknya sedang membangun infrastruktur berupa saluran air, lapak, dan penerang jalan.

Dalam membangun infrastruktur, pihaknya membutuhkan koordinasi dengan para pedagang sehingga pembangunan sesuai yang diharapkan.

"Kami koordinasi maunya pedagang bagaimana, lapaknya bagaimana, saluran airnya akan dipasang di mana, lampu di titik mana saja," terangnya.

Menurut Ali, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan waktu tidak sedikit.

Perlu pemikiran agar infrastruktur yang dibangun tidak menimbulkan kerugian bagi para pedagang nantinya.

"Kami kerja tidak bisa semalam selesai. Aliran dibuang ke mana, perlu pemikiran. Kalau asal bangun nanti saluran tidak jalan malah menimbulkan genangan nyamuk," ujarnya.

Meski demikian, dia menargetkan semua infrastruktur yang diinginkan para PKL selesai dibangun pada pekan ini.

Sementara itu, terkait infrastruktur jalan yang juga diminta oleh para pedagang juga akan segera dibangun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, pihaknya menunggu Disperkim selesai membangun saluran air.

Pasalnya, jika infrastruktur jalan dibangun tetapi saluran belum selesai, itu hanya akan membuat jalan akan rusak.

"Kami akan kerjakan jalan setelah Disperkim selesai bangun saluran karena kalau saluran belum ada, jalan dikerjakan akan rusak lagi," paparnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved