Gubernur Ganjar Pranowo Dijadikan Roll Model Kepatuhan SPT Tahunan di Jawa Tengah

Kepatuhan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan 2018 di Jawa Tengah menurut Kepala Kanwil DJP Jateng I, Suparno, sebesar 78 persen.

Gubernur Ganjar Pranowo Dijadikan Roll Model Kepatuhan SPT Tahunan di Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Kanwil DJP Jateng I, Suparno, bersilaturahmi menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Ruang Kerja Gubernur Jateng, Senin (4/2/2019). Kehadirannya untuk mengajak Gubernur menjadi roll model kepatuhan penyampaian SPT Tahunan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepatuhan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan 2018 di Jawa Tengah menurut Kepala Kanwil DJP Jateng I, Suparno, sebesar 78 persen.

Ini yang menjadi alasan Pekan Panutan Kanwil DJP Jateng I menggandeng Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Tujuannya, supaya ada roll model yang bisa mendorong kepatuhan penyampaian SPT Tahunan 2019 dan pemenuhan kewajiban lain.

Tahapan SPT saat ini, Suparno menjelaskan, sekitar 20 persen dari jumlah Wajib Pajak (WP) terdaftar di DJP Kanwil Jateng I.

Sedangkan target pada tahun ini sekitar 85 persen dari WP yang berkewajiban menyampaikan SPT Tahunan.

"Upaya yang kami lakukan agar bisa mencapai target 85 persen yaitu kegiatan Pekan Panutan untuk para pejabat. Baik nanti Gubernur, Wali Kota, Pangdam, Kapolda, maupun lainnya," tutur Suparno, kepada Tribunjateng.com, Senin (4/2/2019).

Suparno melanjutkan, pihaknya juga mencoba memberikan layanan di luar kantor, sasarannya adalah para pemberi kerja yang memiliki jumlah pekerja, banyak.

Tujuannya, supaya bisa menyosialisasi, edukasi, dan pendampingan penyelesaian SPT di lokasi WP atau lainnya, yang dapat mendorong upaya pencapaian kerja jauh lebih besar.

Kegiatan lain seperti Pojok Pajak dan Fun Run yang diselenggarakan pada 17 Maret 2019.

"Membangun kepatuhan WP itu tidak mudah. Secara prinsip dasar, WP itu berkewajiban mendaftarkan diri, menghitung, menyetor, dan melapor. Ini merupakan pekerjaan rumah sebagai warga negara untuk bisa membangun kepatuhan lebih bagus ke depan," ungkapnya.

Suparno menyebut, tingkat kepatuhan pajak Badan pada 2018 sebanyak 63 persen, kemudian Orang Pribadi (OP) non karyawan sekitar 72,14 persen, kemudian OP karyawan yang memperoleh penghasilan dari pemberi kerja dan pabrik besar sekitar 81 persen.

"Untuk bisa mendorong kepatuhan yang lebih tinggi di tahun ini, kami fokus ke OP karyawan. Setelah itu yang linear target penerimaan seperti WP Badan dan WP OP non karyawan juga ditingkatkan. Supaya dari angka 63 persen bisa naik menjadi 70 persen dan seterusnya," urainya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved