Kapolda: Kami Sempat Curiga Ada Warga Bawa Bensin Malam Hari, Namun Kurang Bukti

"Ada warga yang keluar diatas pukul 12 malam menggunakan sepeda motor, saat dirazia warga tersebut kedapatan menyimpan bensin dalam botol,"

Kapolda: Kami Sempat Curiga Ada Warga Bawa Bensin Malam Hari, Namun Kurang Bukti
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memberikan arahan pengaktifan kembali tiga pilar keamanan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral pada Rabu (6/2) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Maraknya kasus pembakaran mobil dan sepeda motor yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten kendal, pihak kepolisian gencar melakukan razia pada malam hari dibeberapa lokasi di Kota Semarang dan Kendal.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono yang ditemui usai memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Rabu (6/2) di Pendopo Kabupaten Kendal mengatakan bahwa pada razia yang rutin digelar tiap malam itu, pihaknya telah mencurigai beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran misterius tersebut.

"Ada warga yang keluar diatas pukul 12 malam menggunakan sepeda motor, saat dirazia warga tersebut kedapatan menyimpan bensin dalam botol di joknya," ujarnya.

Namun saat dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi kepada warga tersebut, pihaknya tidak mendapati cukup bukti untuk membuktikan kecurigaan tersebut, sehingga warga itu diizinkan untuk kembali melanjutkan perjalanan.

"Dia mengatakan bahwa bensin tersebut sengaja disimpan untuk cadangan karena indikator bensinnya tidak berfungsi, sehingga kami tidak cukup bukti," tambahnya.

Dari penyidikannya bahwa aksi tersebut menyasar kendaraan bermotor yang dimiliki oleh warga yang berekonomi menengah kebawah yang terparkir di pinggir jalan dan rumah yang garasinya dekat dengan jalan raya.

"Aksi tersebut juga dilakukan pada jalan-jalan perkampungan yang dekat dengan akses jalan raya. tidak sampai di tengah perkampungan," jelasnya

Ia pun menghimbau agar para warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan Patroli Keamanan (Pam) Swakarsa atau Siskampling dan melakukan sistem satu pintu pada perkampungannya.

"Akses masuk jalan perkampuangan dibuat menjadi satu, akses masuk lainnya pada pukul 12.00 keatas dilakukan pemortalan sehingga masuk pada jalan utama," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan bahwa kasus pembakaran kendaraan secara misterius di kendal serjadi sejak bulan Desember hingga bulan Februari. jika ditotal telah terjadi sebanyak 9 kali kasus pembakaran kendaraan di Kendal.

"Modusnya bermacam macam, ada yang melempari denga kain dilumuri bensin, kemudian dilempar plastik berisi bensin, dan melempar botol berisi bensin. Selanjutnya disulut menggunakan korek api kayu," pungkasnya (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved