Perdana, Pasar Sawah Luwijawa Sudah Raup Omset Jutaan Rupiah, Akhir Pekan Diresmikan Bupati Tegal

Nglalari Pasar Sawah Luwijawa merupakan tahap pengenalan terhadap publik, dan baru akan diresmikan pada hari Minggu (10/2) oleh Bupati Umi Azizah

Perdana, Pasar Sawah Luwijawa Sudah Raup Omset Jutaan Rupiah, Akhir Pekan Diresmikan Bupati Tegal
Istimewa
Perdana, Pasar Sawah Luwijawa Raup Omset Jutaan Rupia 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Plt Kades Luwijawa Tofurikhatun menyampaikan, walaupun Pasar Sawah baru dibuka untuk pertama kali, akan tetapi sudah meraup omset yang fantastis, yaitu Rp 3.345.000 atau 1.338 koin kayu terhitung sejak pukul 07.00 - 12.00 WIB. 

"Pasar sawah meraup omset sebesar Rp 3.345.000 dihari pertama dibuka, dan ini merupakan awal yang baik untuk kedepannya, karena dihari pertama pasar sawah dibuka, sudah meraup omset sebesar itu" ucap Tofur saat ditemui seusai acara Nglalari Pasar Sawah, Minggu (3/2/2019) malam.

Nglalari dalam bahasa Indonesia artinya melihat lokasi atau survei, dan ngalalari pasar sawah berarti melihat lokasi pasar sawah. Pasar ini termasuk pasar yang unik karena berlokasi di sawah, sehingga dinamakan Pasar Sawah Desa Luwijawa.

Nglalari Pasar Sawah Luwijawa merupakan tahap pengenalan terhadap publik, dan baru akan diresmikan pada hari Minggu (10/2) oleh Bupati Tegal Umi Azizah.

Masyarakat dapat mengunjungi pasar sawah untuk pertama kali pada hari Minggu (3/2). Dan pasar sawah ini nantinya akan dibuka setiap hari Minggu sejak pukul 07.00 - 12.00 WIB.

Di pasar sawah, masyarakat yang datang akan disuguhi pemandangan asri persawahan, pepohonan rindang, udara yang segar, serta tak lupa beberapa gubug pedagang yang berjejer rapi.

Pedagang di pasar sawah sekitar 25 orang, tiap gubug menjual makanan yang berbeda dan rata-rata menjual makanan yang terbilang tradisional, seperti awul-awul, gethuk, cetil, nasi jagung, aron-aron, klepon, ondol, gejos, ada juga jagung serta kacang rebus, dan masih banyak lagi.

Yang wajib dicicipi para pengunjung yaitu kopi Luwijawa Lembut Bakir yang diolah sendiri oleh Pak Wastar dengan cara yang tradisional.

Selain unik karena berada di sawah, pasar sawah juga unik dalam transaksi pembayarannya, yaitu menggunakan koin yang ditukar dengan uang dan terbuat dari kayu.

Nilai satu koin kayu adalah Rp 2.500, dan loket penukaran koin ini berada di dekat pintu masuk pasar sawah. Harga makanan yang tersedia mulai dari satu koin hingga dua koin.

Sambil menikmati makanan tradisional, pengunjung disuguhi penampilan pemuda dan ibu-ibu desa yang tampil dengan beberapa pertunjukan seperti musik akustik, karaoke dengan organ, serta penampilan spesial dari Gendongan Lumpang. Personil Gendongan Lumpang adalah ibu-ibu desa yang setiap hari kerja di sawah. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved