Alumnus Kriminologi UI Ini Olah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Berharga Tinggi

Firman Setyaji alumnus UI memiliki usaha kerajinan berbahan dasar tanaman eceng gondok yang diberinya label Bengok Craft di Tuntang.

Alumnus Kriminologi UI Ini Olah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Berharga Tinggi
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Firman Setyaji mengerjakan kerajinan berbahan dasar eceng gondok di rumahnya, RT 2 RW 3 Dusun Kesongo Lor, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Belum genap satu tahun Firman Setyaji (28) memulai usaha kerajinan berbahan dasar tanaman eceng gondok yang diberinya label Bengok Craft.

Idenya bermula ketika melihat banyaknya tanaman bernama ilmiah Eichhornia crassipes itu tumbuh liar tidak jauh dari rumahnya.

Aji demikian biasa disapa tinggal  di RT 2 RW 3 Dusun Kesongo Lor, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"Warga sini banyak yang bekerja sampingan jadi petani atau buruh petik eceng gondok. Cuma mereka menjual basah atau kering. Padahal bisa diolah jadi barang kerajinan yang nilai rupiahnya lebih tinggi," terang alumnus Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, Jumat (8/2/2019).

Selama ini tanaman eceng gondok dari kampungnya banyak dikirim ke pengrajin di Yogyakarta dan Pekalongan.

Petani hanya mendapat upah dari penjualan eceng gondok kering Rp 5 ribu per kilogramnya.

Sejak Oktober 2018, dia bertekad membuat kerajinan dari tanaman eceng gondok.

Harapannya kelak dapat meningkatkan taraf ekonomi warga setempat.

Supaya mereka tidak hanya menjual eceng gondok basah dan kering melainkan juga dalam bentuk kerajinan.

Halaman
1234
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved