Korban Bangunan Ambruk di Gajahmungkur Semarang Sudah Punya Firasat Buruk Sebelum Kejadian

Menurut Rizki yang menderita luka ringan akibat kejadian itu, biasanya ia dan anak istrinya akan langsung keluar rumah ketika hujan deras.

Korban Bangunan Ambruk di Gajahmungkur Semarang Sudah Punya Firasat Buruk Sebelum Kejadian
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
Petugas dan relawan membersihkan rumah yang terkena tanah longsor di Kelurahan/Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muhammad Rizki Muttaqin (23) korban robohnya tembok dan atap rumahnya akibat longsor mengaku sudah memiliki firasat buruk.

Menurut Rizki yang menderita luka ringan akibat kejadian itu, biasanya ia dan anak istrinya akan langsung keluar rumah ketika hujan deras.

Namun Kamis (7/2/2019) malam tadi, warga Jalan Tumpang 1 RT 1 RW 9, Gajahmungkir, Semarang itu tertidur pulas.

Ia baru bangun seikitar pukul 21.00 karena mendengar suara bangunan ambruk yang berasal dari kamarnya.

Beruntung, ia dan istrinya Desti Ristiana (23) hanya mengalami luka ringan.

Namun tidak demikian dengan anaknya, Adzcelin Nur Nafiza (14 bulan) meninggal dunia.

Situasi terakhir, anggota dari BPBD, Basarnas Kota Semarang dibantu jajaran Satgas Kecamatan Gajahmungkur, Kodim 0733 BS/Semarang dan para relawan lain melakukan kerja bakti membersihkan lokasi dari puing dan tanah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan pihaknya tengah mengusahakan bantuan sosial terhadap korban terdampak longsor.

“Kami sudah assessment dampak kerugian bencana dan akan kami ajukan bansos ke Pemerintah Kota Semarang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved