Anggota Klub Motor Deklarasi untuk Jateng Kondusif di Taman Indonesia Kaya

Ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah deklarasi Jateng Kondusif.

Anggota Klub Motor Deklarasi untuk Jateng Kondusif di Taman Indonesia Kaya
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah yang di prakarsai oleh Brotherhod melakukan sharing dan deklarasi Jateng Kondusif di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno Kota Semarang, Jumat (8/2). Mereka para klub motor berharap agar pelaku perusakan dan pembakaran sepeda motor dan nobil yang akhir-akhir meresahkan masyarakat di Jawa Tengah bisa segera di tangkap oleh pihak kepolisian. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah deklarasi Jateng Kondusif.

Deklarasi untuk menyikapi maraknya aksi kriminalitas ini dibacakan di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang, Jumat (8/2/2019) malam.

Sejumlah rentetan aksi kriminal yang terjadi di awal tahun 2019 sebagian berhubungan dengan dunia otomotif. Di antaranya begal, gengster bersenjata, dan pembakaran kendaraan.

"Pelakunya seluruhnya berhubungan dengan kendaraan bermotor. Ini menurut kami merusak citra kami sebagai klub motor.

Untuk di wilayah Jawa Tengah khususnya Semarang, kita sudah capek-capek membangun kesan positif menjadi bubar dalam waktu satu bulan," tutur External Capitano Bikers Brotherhood 1% MC Central Java Chapter, Dipa Yustia.

Ia mengatakan, deklarasi ini merupakan upaya pencegahan untuk menekan aksi kriminalitas. Momen ini juga dimanfaatkan untuk membagi pengetahuan tindakan apa yang mesti dilakukan jika menemui aksi kriminalitas di jalanan.

Ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah yang di prakarsai oleh Brotherhod melakukan sharing dan deklarasi Jateng Kondusif di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno Kota Semarang, Jumat (8/2). Mereka para klub motor berharap agar pelaku perusakan dan pembakaran sepeda motor dan nobil yang akhir-akhir meresahkan masyarakat di Jawa Tengah bisa segera di tangkap oleh pihak kepolisian.
Ratusan anggota berbagai klub motor di Jawa Tengah yang di prakarsai oleh Brotherhod melakukan sharing dan deklarasi Jateng Kondusif di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno Kota Semarang, Jumat (8/2). Mereka para klub motor berharap agar pelaku perusakan dan pembakaran sepeda motor dan nobil yang akhir-akhir meresahkan masyarakat di Jawa Tengah bisa segera di tangkap oleh pihak kepolisian. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

"Kalau kita melihat tindak kriminal, orang sekarang malas untuk melapor. Maka kami yang setiap hari ada di jalanan forum ini penting. Kita tidak ada unsur politik ini untuk menjaga kondusifitas," ucapnya.

Sementara itu, Kasat PJR Dirlantas Polda Jateng AKBP Muhamad Ali menyebutkan, melalui deklarasi ini anggota klub motor mampu berperan aktif membantu menciptakan Jateng kondusif.

"Bisa mengajak masyarakat di lingkungannya mengaktifkan sis kamling, sehingga mencegah aksi kejahatan," ujar Ali.

Menurutnya, meski sama-sama bergelut menggunakan kendaraan bermotor, anggota klub motor harus menunjukkan nilai lebih dibandingkan para pelaku kriminal.

"Klub motor ini benar-benar memperlihatkan identitas dirinya, sehingga berbeda dengan gengster. Dengan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved