Sekolah Tergenang Rob, Pemkab Akan Gabungkan SDN Bedono 1 dan 2 Demak

Terkait rencana regrouping (penggabungan) dengan SDN Bedono 2 Demak pada tahun pelajaran 2019/2020, kami akan berdiskusi dengan orang tua murid, kepal

Sekolah Tergenang Rob, Pemkab Akan Gabungkan SDN Bedono 1 dan 2 Demak
Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara
Sejumlah siswa SDN Bedono 1 Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak bermain di halaman sekolah yang berhadapan langsung dengan bibir laut dan air rob, Jumat (8/2/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Demak, Anjar Gunadi mengaku prihatin dengan kondisi SDN Bedono 1 Demak yang memprihatinkan dan membahayakan keselamatan.

"Terkait rencana regrouping (penggabungan) dengan SDN Bedono 2 Demak pada tahun pelajaran 2019/2020, kami akan berdiskusi dengan orang tua murid, kepala desa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat terlebih dahulu supaya tidak ada masalah dikemudian hari, mudah-mudahan bisa cepat disepakati," ungkap Anjar saat dikonfirmasi, Sabtu (9/2/2019).

Jalan Penghubung Dua Kabupaten di Mranggen Demak Rusak Parah, Pemkab Diminta Jangan Tutup Mata

Kepala Desa Bedono, Agus Salim mengatakan rencana penggabungan SDN Bedono 1 dengan SDN Bedono 2 menjadi kewenangan sepenuhnya dari dinas pendidikan dan kenyamanan tenaga pendidik.

"Kalau desa sifatnya hanya nyumanggaake (mempersilahkan - red) dari Dindikbud Demak dan tenaga pendidik,"ungkapnya ditemui di kediaman kades, Sabtu (9/2/2019).

Ini kondisi SDN Bedono 1 Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memprihatinkan. Beberapa ruang kelas terdapat lumpur, atap ruangan berlubang, halaman sekolah tergenang rob sehingga becek dan dipenuhi sampah, Jumat (8/2/2019) pagi.
Ini kondisi SDN Bedono 1 Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memprihatinkan. Beberapa ruang kelas terdapat lumpur, atap ruangan berlubang, halaman sekolah tergenang rob sehingga becek dan dipenuhi sampah, Jumat (8/2/2019) pagi. (Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara)

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi SDN Bedono 1 Desa Bedono, memprihatinkan. Beberapa ruang kelas terdapat lumpur, atap ruangan berlubang, halaman sekolah tergenang rob sehingga becek dan dipenuhi sampah, Jumat (8/2/2019) pagi.

Sebagian besar anak-anak menggunakan sandal jepit dan tetap belajar di dalam ruang kelas meskipun kondisinya memprihatinkan.

Kepala SDN Bedono 1 Demak, Muayatun mengatakan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi sekolah saat ini.Sekolah yang berada di pinggir laut desa Bedono, Sayung, Demak ini kerap langganan rob akibat abrasi air laut.

"Anak-anak menjadi tidak nyaman ketika kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas terendam rob dan lumpur jika air laut pasang dan kondisi hujan,"keluhnya ditemui di SDN Bedono 1, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, sekolah sering tergenang rob akibat ombak laut. Setelah rob, ruang kelas dipenuhi lumpur sehingga guru bersama siswa harus membersihkan ruang kelas agar ruangan menjadi bersih

Kepala Seksi Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Demak, Asrochah, mengaku prihatin dengan kondisi sekolah. Dia merasa kasihan karena anak-anak dalam kondisi tidak nyaman ketika belajar.

"Disdikbud Demak erencana memerger atau meregrup (menggabung) SDN Bedono 1 dengan SDN Bedono 2 pada tahun pelajaran baru 2019/2020,"terangnya, Jumat (8/2/2019).

Target kedepan, Disdikbud Demak berencana untuk segera memverifikasi dan rencana tahun pelajaran baru sudah terealisasi.(agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved