Ngopi Pagi

Soliditas Yang Tergugah

Teror pembakaran kendaraan di Jawa Tengah masih menjadi misteri bagi aparat kepolisian

Soliditas Yang Tergugah
tribunjateng/bram
Galih P Asmoro wartawan Tribun Jateng 

Soliditas Yang Tergugah

Teror pembakaran kendaraan di Jawa Tengah masih menjadi misteri bagi aparat kepolisian. Sejumlah bukti dan keterangan para saksi belum sepenuhnya membantu polisi untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku. Mabes Polri pun menduga, pelaku teror berasal dari kelompok kecil yang ingin membuat resah masyarakat di Jawa Tengah.

Semua pihak bergerak untuk mengungkap kasus dan melakukan pencegahan. Polisi dan TNI yang menerjunkan anggotanya dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga mengeluarkan surat edaran untuk menghidupkan kembali siskamling di desa-desa secara menyeluruh. Sejauh ini, kasus pembakaran mobil terakhir terjadi pada Rabu (6/2) lalu di Grobogan. Namun bukan berarti bisa dikatakan peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi. 

Oleh karena itu, sebelum pelaku ditangkap, masyarakat belum bisa hidup tenang.Demikian juga dengan polisi. Mereka tentu tidak akan tenang sebelum berhasil menangkap pelaku. Setidaknya, sebelum pelaku ditangkap, mereka harus terus begadang. 

"Setiap malam sampai pagi kami terus lakukan upaya menjaring pelaku. Mulai dari operasi lalu lintas hingga patroli bermotor. Sampai pagi. Kami juga tidak akan tenang selama masyarakat belum merasa tenang," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji.

Semua orang penasaran siapa pelaku dan apa motifnya. Terlebih, saat ini memasuki tahun politik. Masyarakat Jateng dan Indonesia pada umumnya bisa menimbulkan banyak asumsi terkait kasus pembakaran mobil di Semarang dan sekitarnya. Semua itu akan terjawab jika pelaku sudah bisa ditangkap.

Di sisi lain, lantaran tahun politik dan tensi politik juga kian tinggi, alangkah baiknya masyarakat tetap bijak menyikapi kasus ini. Pasrahkan saja pada polisi yang tengah berupaya keras mencari pelakunya. Jangan berasumsi macam-macam sehingga bikin suasan makin keruh.

Di sisi lain, seperti yang kerap dikatakan oleh orang bijak, di balik musibah ada berkah, dalam kasus ini juga bisa dikatakan demikian. Dengan berbagai peristiwa pembakaran yang terjadi belakangan bikin masyarakat di Jateng makin solid dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

Buktinya, mematuhi surat edaran gubernur, warga melakukan siskamling. Mereka menjaga keamanan wilayah tempat tinggalnya masing-masing. Praktis, wilayah tersebut bakal hidup 24 jam penuh tiap hari. Dengan demikian, warga telah membantu polisi dan TNI untuk melakukan pencegahan tindak kejahatan.

Jika hanya memasrahkan pada polisi, sangat tidak mungkin kejahatan, termasuk pembakaran mobil, bisa dicegah. Terlebih, masih banyak wilayah yang belum dilengkapi dengan CCTV sehingga memuluskan pelaku untuk merealisasikan niat jahatnya terutama di wilayah yang dihuni kalangan menengah ke bawah.

Mengacu apa yang dikatakan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, jajarannya tidak mungkin bisa mengamankan setiap jengkal wilayah Jateng. Oleh karena itulah, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk melakukan pencegahan tindak kejahatan, tidak hanya kasus pembakaran mobil semata.

Saat ini, polisi tengah berupaya keras mengungkap kasus tersebut. Di sisi lain, bersamaan dengan upaya pengungkapan kasus tersebut, sudah semestinya masyarakat menjaga keamanan tempat tinggalnya masing-masing tidak hanya saat ada kasus seperti sekarang ini namun juga terus dilakukan ke depannya. Jadikan peristiwa ini sebagi pemicu semangat warga Jateng untuk merapatkan barisan dan meningkatkan soliditas.(Galih Gondrong)

Penulis: galih pujo asmoro
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved