90 Produsen Jamu di Jateng Dapat Pendampingan BBPOM

Sepanjang 2018 lalu BBPOM mempidanakan delapan produsen dan distributor jamu ilegal

90 Produsen Jamu di Jateng Dapat Pendampingan BBPOM
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Kepala Balai Besar POM Semarang, Safriansyah (kiri) dalam talkshow tentang industri jamu di CFD Pahlawan, Minggu (10/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 90 perusahaan jamu dari level UMKM dan industri di wilayah Jateng terus mendapat pemantauan dan pembinaan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang.

Hal itu dipaparkan Kepala BBPOM Semarang, Safriansyah seusai menggelar kegiatan komunikasi informasi dan edukasi di Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (10/2/2019).

Dalam kegiatan itu mereka mengangkat tema produksi jamu karena memiliki potensi dan sekaligus kerawanan untuk disalahgunakan.

"Jateng dikenal sebagai sentra industri jamu, artinya ini bisa menjadi potensi untuk menopang perekonomian di wilayah ini," ucap Safriansyah.

Hanya saja produsen jamu yang tidak bertanggungjawab menurutnya bisa merusak potensi itu.

Mereka mencampurkan bahan kimia obat ke dalam jamu sehingga justru memiliki dampak jangka panjang yang mampu menimbulkan penyakit.

"Sepanjang 2018 lalu kami mempidanakan delapan produsen dan distributor jamu ilegal."

"Itu menjunjukan masih ada yang memproduksi jamu ilegal," terangnya.

Ia menyebut pendampingan dan pengawasan kepada 90 produsen jamu itu dimaksudkan untuk mengembalikan marwah obat tradisional itu di masyarakat.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved