Jika PJU Mati, Disperkim Kota Semarang Minta Warga Segera Sampaikan ke Lapor Hendi

Disperkim Kota Semarang masih mengalami kesulitan ketika terdapat penerang jalan umum (PJU) yang mati di daerah perbatasan Kota Semarang.

Jika PJU Mati, Disperkim Kota Semarang Minta Warga Segera Sampaikan ke Lapor Hendi
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas Penerangan Jalan Umum (PJU) memperbaiki salah satu lampu di jalan Inspeksi, Kota Semarang, Jateng, Kamis (17/10/2013). Perbaikan tersebut merupakan bentuk perawatan lampu jalan protokol kota semarang dimana banyak yang padam. Kurangnya penerangan jalan dapat dijadikan lokasi kriminalisme pada malam hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang masih mengalami kesulitan ketika terdapat penerang jalan umum (PJU) yang mati di daerah perbatasan Kota Semarang.

"Kami dapat langsung menjangkau PJU di jalan protokol kota, tetapi yang di daerah perbatasan kadang kami tidak tahu kalau di daerah tersebut mati. Kami memang butuh laporan dari warga," tutur Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali, Minggu (10/2/2019).

Dia mengatakan, banyak PJU yang mati karena korsleting listrik. Namun, ada juga yang disebabkan oleh masyarakat yang merusak boks kabel PJU sehingga menyebabkan PJU mati.

Selama ini jika terdapat laporan masalah PJU, petugas Disperkim berusaha langsung mengecek ke lokasi dan membenahinya. Hanya saja, masih ada masyarakat yang kurang peduli ketika ada PJU yang mati.

"Ada masyarakat yang peduli, tapi juga ada yang tidak peduli. Jadi, Kami kadang tidak tahu di tempat tersebut mati. Kami minta kalau ada PJU mati segera lapor saja bisa melalui Lapor Hendi atau bilang langsung ke saya juga bisa" ujarnya.

Diakuinya, Disperkim Kota Semarang masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang menangani PJU. Saat ini, pihaknya memiliki 8 kren. Satu kren terdiri dari lima hingga delapan petugas.

"Satu kren menangani tiga kecamatan. Itu tidak nyandak kalo ada kejadian langsung tertangani," ucapnya.

Adapun idealnya, imbuh dia, satu kecamatan ditangani oleh dua kren, satu kren besar dan satu kren kecil. Kren besar dapat menangani jalan raya, sedangkan kren kecil menangani jalan kecil seperti masuk ke gang-gang.

Pihaknya berencana menambah SDM dan menambah alat agar persoalan PJU yang kerap mati dapat tertangani dengan cepat.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved