Koperasi Rengganing Asta Palupi Tampung Hasil Pengrajin Olahan Limbah di Jawa Tengah

Di Kota Semarang, muncul sebuah Koperasi yang mewadahi berbagai pengerajin yang menggunakan bahan baku dari limbah.

Koperasi Rengganing Asta Palupi Tampung Hasil Pengrajin Olahan Limbah di Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/FAISAL AFFAN
Beberapa peserta yang mengikuti lomba yang diadakan Koperasi Rengganing Asta Palupi berhasil mendapatkan tropi dan sertifikat. Lomba ini diadakan sebagai rangkaian acara pembukaan Koperasi Rengganing Asta Palupi di UMKM Center Jalan Setiabudi, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, minggu (10/2/2019) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di Kota Semarang, muncul sebuah Koperasi yang mewadahi berbagai pengerajin yang menggunakan bahan baku dari limbah.

Koperasi ini bernama Rengganing Asta Palupi, yang beralamat di Batik Pasha, UMKM Center Jawa Tengah, Jalan Setiabudhi, no 192, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.

Ketua Koperasi Rengganing Asta Palupi, Putri Merdekawati, mengatakan koperasi ini dibentuk untuk merangkul seluruh pengerajin di Jawa Tengah.

"Terutama untuk mereka yang menggunakan bahan baku dari limbah. Karena koperasi kami sangat mendukung gerakan Go Green yang memanfaatkan limbah untuk menjadi barang yang lebih bermanfaat," tuturnya saat acara Grand Launching Koperasi Rengganing Asta Palupi di UMKM Center Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019) pagi.

PN Semarang Nyatakan Ketua KSP Mandiri Bebas, Kasus Koperasi Dituntut UU Perbankan

Koperasi Rengganing Asta Palupi tak sekadar menjadi media simpan pinjam.

Melainkan juga akan menjadi sumber pengembangan anggota untuk menciptakan produk yang berkualitas.

"Walau dihasilkan dari limbah, namun kami akan terus membina anggota supaya produk yang dihasilkan memiliki nilai jual. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, dan pengemasan," beber Putri.

Anggota koperasi saat ini masih berjumlah 20-an UMKM. Mereka banyak berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Demak.

"Kami mempersilahkan UMKM lain untuk bergabung. Caranya mudah. Hanya dengan memberikan fotocopy KTP, foto 3x4, dan simpanan pokok sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan simpanan wajib Rp 10 ribu setiap pertemuan. Pertemuan yang kami lakukan hanya satu kali dalam sebulan," ucapnya.

Sepanjang 2019 Koperasi Rengganing Asta Palupi juga memiliki berbagai agenda untuk anggotanya.

Di antaranya pelatihan administrasi keuangan sederhana (Maret), pelatihan tas rajut makrom (April), pelatihan membatik (Mei), pelatihan tas aplikasi (Juni), pelatihan aneka aksesoris (Juli), pelatihan manajemen pemasaran (Agustus), pelatihan desain kemasan (September), pelatihan membatik 2 (Oktober), pelatihan decoupage (November), pelatihan pemanfaatan barang bekas plastik (Desember).

Dosen Vokasi Undip Kenalkan Alat Ukir Mebel Tepat Guna Pada Pengrajin Bambu di Magelang

"Jadi setiap bulan kami memiliki kegiatan yang bisa menambah kemampuan tiap anggota. Maka supaya mereka bisa berkembang, akan terus kami dampingi," imbuhnya.

Saat acara peluncuran Koperasi Rengganing Asta Palupi, diisi dengan lomba mewarnai dan menggambar telenan, fashion show limbah, dan membuat kerajinan.

"Semuanya lomba untuk anak SD dan TK. Karena kami berharap sejak dini mereka bisa memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang lebih bermanfaat. Bagi pemenang akan mendapatkan tropy dan sertifikat," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved