Pemilu 2019

Pemetaan Bawaslu Kota Salatiga, Ada 40 TPS Rawan Politik Uang

Bawaslu Salatiga Mulai Petakan Daerah Rawan, Ada 40 TPS Rawan Politik Uang

Pemetaan Bawaslu Kota Salatiga, Ada 40 TPS Rawan Politik Uang
Logo Bawaslu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga mulai memetakan lokasi TPS yang dinilai berada di daerah rawan terjadi pelanggaran pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Salatiga, Agung Ari Mursito mengatakan, pemetaan dilakukan lebih awal agar potensi pelanggaran dapat dilakukan antisipasi meski hingga kini KPU belum menentukan titik lokasi TPS.

"Kami menggunakan data tahun lalu. Karena dipastikan tahun ini jumlah TPS yang ada bertambah otomatis lokasi penempatan juga bergeser," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (10/2/2019)

Menurut Agung, pada pemilu tahun sebelumnya dalam satu TPS terdiri dari 3 sampai 4 RT. Sedang tahun ini dipastikan tidak sama begitu pula berdasarkan jumlah dan domisili Caleg turut dilakukan pemantauan awal.

Agung menyebutkan yang menjadi fokus awal pemantauan ialah aktor-aktor atau pihak tim sukses partai maupun calon tertentu di lingkungan TPS pada empat kecamatan di Salatiga.

"Manfaatnya bagi kami antisipasi atau pencegahan timbulnya pelanggaran dapat dicegah dan dipelajari mengingat setiap lingkungan karakteristiknya berbeda-beda antara satu TPS dengan lainnya," katanya

Dikatakan Agung pada pemilu sebelumnya terdapat 40 TPS rawan politik uang, kemudian 39 rawan akurasi data pemilih, lalu 13 rawan hilangnya penggunaan hak pilih, dua lainnya rawan netralitas KPPS.

Selebihnya empat TPS rawan kekurangan logistik, dan dua TPS rawan terjadi kampanye.

Tahun ini kata dia, akan lebih dioptimalkan pencegahannya dengan memperhatikan karakteristik setiap TPS, diperkuat dengan langkah sosialisasi serta menambah jumlah pengawas TPS agar lebih luas jangkauan Bawaslu.

"Sementara pengawas yang ada berkisar 614 orang sekarang sedang tahap rekrutmen. Kalau mengacu Pilgub kemarin wilayah Sidomukti, Tingkir, dan Sidomulyo terjadi banyak pelanggaran," pungkasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved