Soal Penerapan Tilang Elektronik di Solo, Akademisi Minta Polisi Jangan Langsung Beri Sanksi

Dosen Sosiologi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Mohammad Jamin meminta ada uji coba jelang penerapan tilang elektronik di Solo.

Soal Penerapan Tilang Elektronik di Solo, Akademisi Minta Polisi Jangan Langsung Beri Sanksi
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Suasana operasi zebra sekaligus penerapan e-tilang, di Jalan Menteri Supeno, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dosen Sosiologi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Mohammad Jamin meminta ada uji coba jelang penerapan tilang elektronik di Kota Surakarta.

Menurutnya, banyak orang belum terbiasa dengan mekanisme tilang elektronik.

"Masyarakat kita mungkin akan terkaget-kaget dan bisa jadi belum sepenuhnya siap, membiasakan diri dengan model pengawasan kamera CCTV yang berinves pada pelanggaran tilang," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

Jamin berpendapat, pelanggar yang terbukti terekam perlu diperingatkan.

"Artinya, tidak kemudian langsung ke pemberian sanksi tilang," katanya.

Mulai Terapkan Tilang Elektronik, Satlantas Polresta Solo Gunakan 66 Unit CCTV

Dia menuturkan, kebijakan yang mengubah pola pikit itu perlu proses dan tahapan.

Tidak serta merta semua bisa diubah dalam sekejap.

Dalam menciptakan sebuah budaya, kata Jamin, memang tidak bisa dalam waktu cepat.

Selain itu, Jamin menyoroti situasi sekarang sedang hangat politik.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved