Hormati Keputusan Orangtua, Tegar Hening Tak Lanjutkan Negosiasi Kontrak dengan PSIS Semarang

Tim pelatih menilai Tegar dkk menunjukkan progres permainan yang bagus dan semakin padu dengan tim

Hormati Keputusan Orangtua, Tegar Hening Tak Lanjutkan Negosiasi Kontrak dengan PSIS Semarang
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Satu diantara pemain seleksi di PSIS Semarang, Tegar Hening Pangestu memutuskan untuk tidak melanjutkan proses negosiasi kontrak dengan manajemen Mahesa Jenar, dan memilih kembali memperkuat Persis Solo, tim yang ia bela di Liga 2 musim lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu diantara pemain seleksi di PSIS Semarang, Tegar Hening Pangestu memutuskan untuk tidak melanjutkan proses negosiasi kontrak dengan manajemen Mahesa Jenar, dan memilih kembali memperkuat Persis Solo, tim yang ia bela di Liga 2 musim lalu.

Sebelumnya, Tegar dipastikan mendapat rekomendasi dari tim pelatih PSIS untuk direkrut, usai dipantau di ajang Piala Indonesia bersama beberapa pemain seleksi lainnya. Yaitu Heru Setyawan, Soni Setiawan, dan Dani Raharjanto.

Tim pelatih menilai Tegar dkk menunjukkan progres permainan yang bagus dan semakin padu dengan tim.

Namun, atas pertimbangan dan masukan dari orang tua, pemain asal Bangka Belitung ini memutuskan kembali memperkuat Persis Solo tahun ini.

Di samping itu, ia dan manajemen PSIS juga belum menemui kata sepakat perihal negosiasi kontrak.

Saat ini, Tegar mengaku sudah menyampaikan soal keputusannya tidak melanjutkan proses negosiasi kepada manajemen PSIS.

"Saya sudah sampaikan kalau akan kembali ke Persis. Tadi pagi sebenarnya nego lagi sama Bos Liluk (GM PSIS, Wahyu Winarto), tapi belum dapat kesepakatan juga.

"Salah satu pertimbangan saya, karena ibu saya dari beberapa hari lalu memang kuat pengen tetap bermain untuk Persis, ditambah nasihat dan pandangan dari bapak yang membuat saya yakin menentukan pilihan," kata Tegar, Senin (11/2/2019).

Kembali berkostum Persis, Tegar untuk sementara menutup kesempatan bermain di Liga 1 tahun ini, kendati menyimpan harapan bisa merasakan kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air tersebut.

"Keinginan main di Liga 1 pasti impian besar, tapi untuk ke yang lebih realistis, ada yang tidak bisa saya kalahin dengan ego diri yaitu restu orang tua," jelasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved