Janji Kembangkan UMKM Tegal, Mia Keluhkan Tarif Listrik ke Sandiaga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melakukan kampanye ke Kabupaten Brebes dan Tegal, Senin (11/2/2019).

Janji Kembangkan UMKM Tegal, Mia Keluhkan Tarif Listrik ke Sandiaga Uno
akhtur Gumilang
Saat kunjungan Cawapres no 2, Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melakukan kampanye ke Kabupaten Brebes dan Tegal, Senin (11/2/2019).

Saat berada di Desa Harjosari Lor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Sandiaga berjanji untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memajukan usahanya.

Saat menghadiri acara silaturahmi dan dialog bersama pelaku UMKM di sana, Pria yang akrab disapa Sandi itu juga berjanji untuk mempermudah perijinan dan membantu akses permodalan bagi pelaku UMKM ‎agar usahanya bisa semakin berkembang

"Fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi. Ekonomi adalah UMKM. UMKM harus kita berdayakan. Diberikan pelatihan dan pendampingan untuk produksi. Setelah itu kita bantu pemasarannya," katanya di hadapan ratusan pelaku UMKM dan warga yang hadir‎.

Dia menambahkan, akan menggunakan konsep "Oke Oce" untuk permodalan akses bisnis seperti yang hendak diterapkan di DKI Jakarta.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan salah satu program Prabowo-Sandi jika terpilih dalam pilpres 2019 mendatang, yakni membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. ‎

"Sebab, 97 persen lapangan kerja dihasilkan UMKM. ‎Insya Allah ke depan lebih baik,"‎ sambung.

Dalam kesempatan itu, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan sejumlah keluhan dan keinginan kepada Sandi terkait usaha yang mereka jalankan.

Satu di antaranya adalah pemilik home industri, Mia yang mengeluhkan soal tarif listrik.

"Saya ingin mengeluhkan listrik. Listrik mahal sekali. Saya mulai home industri tahun 2012, satu bulan listrik Rp400 ribu. Sekarang sampai Rp3 juta," keluh Mia.

Mia juga juga mengeluhkan mahalnya harga bahan baku yang berimbas pada kualitas produksi.

Kondisi itu dirasa Mia memberatkan karena usahanya tak bisa bersaing dengan usaha berskala besar.

"Kita bersaing dengan pabrik tidak bisa. Kami berharap ada solusi," cetusnya.

Selain mendatangi Desa Harjosari Lor yang merupakan sentra home industri kerupuk mie dan tahu di Kabupaten Tegal, Sandi dan rombongan juga mendatangi Pondok Pesantren Al Ishlah Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna untuk bersilaturahmi. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved