Kasus Pengeroyokan Cleaning Service oleh Siswa SMP Berakhir Damai, Begini Penjelasan Polisi

Kasus pengeroyokan cleaning service oleh tiga siswa SMPN 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir damai.

Kasus Pengeroyokan Cleaning Service oleh Siswa SMP Berakhir Damai, Begini Penjelasan Polisi
TRIBUN TIMUR/MUH SYAHRUL FADLI
Polisi periksa yang terlibat dalam kasus pemukulan cleaning service SMPN 2 Galesong oleh siswa di kantor Polsek Galesong Selatan, Takalar, Sulsel, Senin (11/2/2019) pukul 13.11 Wita. 

TRIBUNJATENG.COM, TAKALAR - Kasus pengeroyokan cleaning service oleh tiga siswa SMPN 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir damai.

Korban yakni tenaga honorer Faisal Dg. Paulle (38) serta pelaku yakni NRA (12), AD (12), MI (12) dan orangtua siswa Muh. Rasul Dg. Sarrang (48) meneken kesepakatan damai di Polsek Galesong Selatan, Senin (11/2/2019).

Kanit Reskrim Polsek Galesong Selatan, Aipda Rusdiyono, mengatakan kedua pihak sudah saling memaafkan.

"Kasus ini berakhir damai. Tapi, nasib siswa di sekolah akan diselesaikan melalui rapat internal dewan guru dengan orangtua murid," ujarnya kepada TribunTakalar.com.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala SMPN 2 Galesong, Hamzah Dg Lallo.

Kedua belah pihak dibawa ke Polsek Galesong Selatan, pada Senin siang.

Setelah sempat memanas, jalur mediasi akhirnya ditempuh kedua belah pihak.

Saat diminta keterangan terbaru, Kapolsek Galesong Selatan, Ikhsanuddin, mengatakan kasus ini tak jadi dilimpahkan ke Polres Takalar.

"Jalur mediasi yang ditempuh kedua belah pihak," ujarnya.

Pukul 15.41, Faisal membenarkan bahwa mediasi telah dilakukan.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved