Korban Longsor di Pudakpayung Semarang Belum Ditemukan, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Besok Pagi

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Semarang, Tim Rescue, Sarda Jateng, Damkar dan relawan lainnya menghentikan pencarian pukul 20.00 WIB.

Korban Longsor di Pudakpayung Semarang Belum Ditemukan, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Besok Pagi
reza gustav
Pencarian korban hilang akibat longsor di Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pencarian seorang korban terdampak longsor di RT 1 RW 6, Bumirejo, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, tampaknya belum menemui titik terang, Senin (11/2/2019) malam ini.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Semarang, Tim Rescue, Sarda Jateng, Damkar dan relawan lainnya menghentikan pencarian pukul 20.00 WIB.

“Pencarian di titik nol (lokasi jurang dan sungai di belakang bangunan salon yang tertimbun material) dihentikan karena dipastikan clear atau nihil,” ungkap Komandan Tim Pencarian Basarnas Bibit Unggul kepada Tribunjateng.com.

Dirinya menduga bahwa korban hanyut dalam arus deras air sungai di bersamaan dengan amblesnya atau robohnya bagian belakang bangunan salon.

“Besok pagi pukul 7.00 WIB kami mulai melakukan pencarian menyisir sungai atau sepanjang aliran air,” imbuhnya.

Korban bernama Sri Murtini (45), warga Perum P4A, Pudakpayung.

Berdasarkan keterangan Ketua RT 1 RW 6 Kelurahan Pudakpayung Prambudi (36), saat kejadian siang ini, Sri sedang berada di dalam salon miliknya.

Diduga karena hujan deras, tiba-tiba tanah di belakang bangunan salon itu longsor.

Hal itu menyebabkan bagian belakang salon ambles ke jurang serta sungai dan membuat Sri tidak dapat menyelamatkan diri. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved