Liputan Khusus

Korban Teror Pembakaran Mobil di Semarang Tak Bisa Narik Taksi

Padahal mobil yang dibakar oleh pelaku teror di semarang tersebut merupakan modal utama mencari nafkah sebagai pengemudi Taksi daring

Korban Teror Pembakaran Mobil di Semarang Tak Bisa Narik Taksi
Tribunjateng.com/Muh Radlis
Dugaan pembakaran mobil oleh orang tak dikenal kembali terjadi. Kali ini mobil Daihatsu Ayla warna putih di Jalan Ciliwung, Mlatiharjo, Semarang Timur, Kota Semarang, menjadi sasarannya, Kamis (31/1/2019) dini hari. 

Hingga kini, belum ada pihak yang mendatangi rumahnya untuk memberikan biaya ganti rugi atau uang tali asih. Begitu pun aparat kepolisan sudah tidak lagi memintainya keterangan atau mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di depan rumah.

Roni pun tidak mengerti kenapa dirinya menjadi korban aksi pembakaran kendaraan. Sebab sepengetahuannya ia tidak sedang bermusuhan dengan siapa pun. Selain itu, tidak ada ancaman sebelum dan sesudah hari kejadian.

Jika pelaku tertangkap, Roni berencana menuntut ganti rugi atas waktu yang tersita sehingga tidak bisa mencari nafkah. Selanjutnya ia menyerahkan kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman yang setimpal.

“Dilihat nanti kalau pelakunya tergolong orang mampu ya saya minta ganti rugi, kalau nggak ya gak usah, diikhlaskan saja,” imbuhnya.

Sejak Januari hingga Februari ini sudah belasan kejadian pembakaran kendaraan baik mobil maupun motor. Polisi sudah mengerahkan dua pertiga dari kekuatan untuk menyisir lokasi dan mengungkap peristiwa yang meresahkan masyarakat, dan viral nasional.

Minimal sudah terjadi 21 kasus pembakaran kendaraan, 14 di Kota dan Kabupaten Semarang. Tujuh kejadian di Kendal, dan satu di Grobogan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji sempat menargetkan akan menangkap pelaku pekan lalu, namun hingga akhir pekan ini belum juga ada titik terang terkait kasus ini.

Korban lainnya, Wibowo juga mengalami nasib serupa. Ia sempat berhenti kerja selama dua minggu sebagai pengemudi taksi online karena menunggu mobil Xenia warna hitam selesai diperbaiki.

Saat kejadian sekitar pukul 03.30, ia sedang tidak berada di rumah, Jalan Puspogiwang I/11 RT01 RW01. Kendaraan yang terparkir di depan rumah tersebut juga menjadi korban aksi teror pembakaran pada Jumat 4 Januari 2019.

Wibowo justru mengetahui kabar tersebut dari tetangga dan saudara yang menghubunginya usai kejadian. Barang bukti yang dijumpai hampir sama berupa kain dan bau bensin.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved