Kriminolog Undip Sebut Polisi Tidak Siap Hadapi Kasus Teror Pembakaran Kendaraan

Penanganan kasus pembakaran kendaraan yang belakangan ramai terjadi menunjukkan ketidaksiapan polisi.

Kriminolog Undip Sebut Polisi Tidak Siap Hadapi Kasus Teror Pembakaran Kendaraan
tribunjateng/ist
Kriminolog dari Undip Budi Wicaksono 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penanganan kasus pembakaran kendaraan yang belakangan ramai terjadi menunjukkan ketidaksiapan polisi.

Hingga kini pelaku masih bebas berkeliaran dan aksi pembakaran pun masih terus muncul di berbagai lokasi.

Kenapa penanganan atau penangkapan para tersangkanya terlalu lama?

Mungkin karena aksi pembakaran kendaraan ini tergolong jenis kejahatan yang langka. Modus operandinya susah ditebak dan diprediksi sehingga polisi berhati-hati.

Jika dilihat dari aksinya, pelaku pembakaran kendaraaan dilakukan lebih dari satu orang.

Dilakukan oleh orang yang pintar karena mereka menguasai lokasi, dan dilakukan di waktu yang tepat. Menurut saya, ada beberapa kemungkinan mereka melakukan hal ini.

Pertama pelaku mempunyai obsesi menyimpang dengan melakukan aksi jahil. Mereka mendapatkan kenikmatan dan perasaan senang di atas kesedihan orang lain.

Korban Teror Pembakaran Mobil di Semarang Tak Bisa Narik Taksi

Polisi Sebut Belum Ada Progres Penanganan Kasus Teror Pembakaran Kendaraan

Kemungkinan lain, pelaku mendapatkan keuntungan materi maupun non materi dari dilakukannya aksi pembakaran, baik yang disuruh maupun yang menyuruh. Keuntungan non materi tersebut bisa berupa tercapainya sebuah tujuan.

Dalam hal ini erat kaitannya dengan masalah politik. Tujuannya mendiskreditkan polisi serta pemerintahan yang sekarang.

Masyarakat menjadi ragu dengan kinerja petugas serta pemerintahan yang sekarang dalam hal menjaga kemanan serta meredam kecamasan di masyarakat.

Kapolrestabes Semarang Targetkan Ungkap Teror Pembakaran Kendaraan Paling Lama Sepekan

Kemudian kemungkinan lain adalah pelaku iri dengan kesuksesan orang lain. Kenapa dia bisa memiliki kendaraan sementara saya tidak? Maka dilakukanlah aksi pembakaran.

Upaya yang bisa dilakukan sekarang agar kasus ini tidak terjadi kembali adalah memperbanyak patroli dan pemantauan CCTV. Selain itu menggalakkan kembali siskamling dan ronda malam.

Polisi harus segera mengungkap dan mengusut tuntas kasus ini sampai ke akarnya. Bukan saja menemukan pelaku namun bisa juga aktor di balik aksi kejahatan tersebut sehingga bisa meredam kecemasan di tengah masyarakat.(TRIBUNJATENG/CETAK/Tim)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved