Mau ke Kawasan Kota Lama Semarang? Inilah 3 Kantung Parkir yang Sudah Disediakan Dshub

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah menyiapkan kantung parkir di Kawasan Kota Lama Semarang bagi pengunjung yang membawa kendaraan.

Mau ke Kawasan Kota Lama Semarang? Inilah 3 Kantung Parkir yang Sudah Disediakan Dshub
Istimewa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang tengah telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di Kawasan Kota Lama Semarang. Untuk itu lokasi-lokasi yang dilarang parkir diberi rambu larangan parkir, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah menyiapkan sejumlah kantung parkir di Kawasan Kota Lama Semarang bagi pengunjung yang membawa kendaraan.

Terdapat tiga kantong parkir untuk mobil dan sepeda motor yang sudah disediakan, yaitu di depan Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Semarang Jalan Letjen Suprapto No 45 (daerah Taman Kota Lama), Galeri Dream Museum Zone (DMZ) Jalan Branjangan No 3-9 dan Jalan Sendowo.

“Harapannya, agar tidak mengganggu arus lalu lintas di lokasi yang akan menjadi World Heritage pada 2020 mendatang,” ujar Plt Kasi Perijinan dan Penataan Parkir Dishub Kota Semarang Antonius Hariyanto (Toni) kepada Tribunjateng.com, Senin (11/2/2019).

Wajah Baru Kota Lama, Kini Lebih Bagus dan Rapi

Museum VW Akan Hadir di Kawasan Kota Lama Semarang, Isinya VW dari tahun 1950-an hingga 1980-an

Sejumlah ruas jalan di Kawasan Kota Lama juga telah dipasangi rambu-rambu larangan parkir.

Terkait bus wisata, pihaknya telah menyediakan parkir di garasi BRT Trans Semarang di Jalan Mpu Tantular.

”Saat ini masih kami koordinasikan dengan Kepala Badan Layanan Umum Trans Semarang,” imbuhnya.

Selain itu, terdapat juga parkir untuk mobil golf atau shuttle yang mengantarkan pengunjung ke Kota Lama.

Sementara itu, Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti mengatakan bahwa Jalan Letjen Suprapto tersebut masih bisa di lewati oleh kendaraan.

“Dengan catatan kendaraan tidak melebihi JBB (Jumlah Berat Bruto), yakni 8000 kilogram. Kecuali Bus Wisata (Sikenang dan SiDenok) dan BRT Trans Semarang (medium bus) yang dimiliki Pemerintah Kota semarang,” ujarnya. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved