Pasang Surut Industri Besek di Desa Merden Banjarnegara

Memasuki dusun Rawawungu Desa Merden, Purwanegara Banjarnegara, hawa pedesaan masih kental

Pasang Surut Industri Besek di Desa Merden Banjarnegara
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Rahayu membuat besek pindang di rumahnya dusun Rawawungu Desa Merden kecamatan Purwanegara Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Memasuki dusun Rawawungu Desa Merden, Purwanegara Banjarnegara, hawa pedesaan masih kental.

Pepohonan bambu yang tumbuh rimbun di kebun maupun pekarangan warga menyejukkan. Ayunan batang bambu mengikuti arah angin mencipta irama alam yang syahdu.

Entah sejak kapan, mula tanaman bambu itu tumbuh di desa. Yang pasti, keberadaan tanaman itu amat berarti bagi warga. Mereka menyebutnya bambu tali.

Saat di tempat lain, pepohonan bambu banyak dibabat hingga populasinya menipis, tanaman itu masih melimpah di desa ini.

Kelimpahan bambu di desa ini ibarat denyut nadi bagi kehidupan warga.

Dari sebatang pohon yang ditebas dari rumpunnya, bahan mentah itu bisa dimanfaatkan warga menjadi ratusan hingga seribuan kerajinan berharga, semisal besek.

Untuk sekadar bambu yang mudah ditanam di alam manapun, warga di desa ini tak perlu mendatangkannya dari luar untuk keperluan mereka.

Seperti Tusim pagi itu. Ia selesai memotong sebatang pohon bambu dari kebun miliknya. Ia memotong antar ruas bambu menjadi beberapa bagian.

Potongan bambu itu kemudian disayat tipis-tipis lalu dijemur di bawah terik matahari.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved