Persijap Jepara Tagih Janji PSSI Terkait Format Kompetisi Liga 3

Hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai jadwal dan format kompetisi Liga Indonesia musim 2019.

Persijap Jepara Tagih Janji PSSI Terkait Format Kompetisi Liga 3
Istimewa
?Presiden Klub Persijap Jepara, Esti Puji Lestari (kanan), bersalaman dengan perwakilan Kitamen Malaysia Esport Company, usai menyepakati jalinan kerja sama. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - ‎Hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai jadwal dan format kompetisi Liga Indonesia musim 2019. Baik untuk kompetisi Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3 Nasional ataupun Liga 3 Regional dan Provinsi.

"Sampai sekarang jadwal dan formatnya seperti apa belum jelas," kata Presiden Klub Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, melalui sambungan layanan pesan singkat WhatsApp (WA), Senin (11/2).

Disampaikan lebih lanjut, di tengah belum ada kepastian jadwal dan format kompetisi inilah muncul usulan untuk mengubah format liga. Khususnya untuk kompetisi Liga 3.

Menurut Esti, salah satu penggagas pengubahan format kompetisi adalah Asprov PSSI Jatim. "Asprov PSSI Jatim mengusulkan agar semua peserta Liga 3, baik dari Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3, ataupun Liga 3 Nasional harus memulai kompetisi Liga 3 Asprov atau tingkat provinsi," ujar Esti.

Menurutnya, Persijap sebagai peserta kompetisi Liga 3 Nasional yang berhasil masuk ke babak 16 besar sangat menentang usulan tersebut. "Sebagai tim yang berada di Liga 3 Nasional, kami sangat menentang, ini merujuk janji PSSI pada musim 2017 di mana saat itu kami terdegradasi dari Liga 2," ucapnya.

Dibeberkan, kala itu PSSI menjanjikan sistem kompetisi akan ada 4 kasta. Yakni, Liga 1, Liga 2, Liga 2B/3 yang terdiri dari tim degradasi dari Liga 2, dan Liga 3/4 terdiri dari tim yang dari Liga Nusantara atau kompetisi Asprov.

"Ini bukan semata-mata kami tidak mau bertanding dari bawah, namun saya minta hentikan perdebatan-perdebatan Asprov yang menghendaki tim Liga 3 Nasional merumput dari fase provinsi," katanya.

Menurut Esti, yang diinginkan pihaknya adalah Asprov menghormati keputusan dan janji PSSI. "Itu adalah janji dari pak Joko Driyono, Ketum PSSI sekarang.

Kalau memakai sistem itu kompetisi sangat panjang dan klub susah cari sponsor, apalagi kita sudah berbentuk PT jadi tidak minta dana APBD, saya minta PSSI dan Asprov menghormati itu, spirit federasi itu harus menghargai aspirasi klub bukan malah menjatuhkan," pungkas ibu dari tiga putri ini. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved