8 Fakta Ayah Perkosa Anaknya Selama 5 Tahun, Berawal Rasa Cemburu dengan Calon Menantu

Seorang Ayah, HN (51) warga Dusun Kedungwaru Lor RT 02/01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak tega menghamili anak kandungnya.

8 Fakta Ayah Perkosa Anaknya Selama 5 Tahun, Berawal Rasa Cemburu dengan Calon Menantu
Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara
Setubuhi Anak - Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar melakukan konferensi pers terkait persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur di Mapolres Demak, Senin (11/2/2019). 

Dalam penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Demak membawa barang bukti, mulai celana jeans panjang, baju batik lengan pendek, bra, celana dalam dan kasur lantai warna biru dan bantal.

Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar mengatakan tersangka terancam pasal 81 ayat (1) subsidair pasal 82 UU Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 46 Jo pasal 8 huruf a UU Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau pasal 285 KUHPidana.

"Dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat (3) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah),"pungkasnya.

Kasatreskrim AKP Aris Munandar, mengaku telah berupaya untuk mencegah kasus persetubuhan dan pencabulan di Demak yaitu polres Demak melakukan penyuluhan-penyuluhan ke wilayah - wilayah di Demak berkoordinasi dengan Pemda Demak dan komandan atau Kapolres Demak tentang bahaya pencabulan dan persetubuhan.

Sementara itu, pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu (ppt) Harapan baru Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak, (Dinsos P2PA), Bibik Nurudduja, mengatakan dinsos P2PA telah melakukan penelitian terhadap korban melalui pekerja sosialnya.

"Kami prihatin dengan kasus ini dan akan menindaklanjuti untuk melakukan upaya-upaya agar korban bisa bertahan dan tetap mempunyai harapan dalam hidupnya,"ujarnya ditemui di Dinsos P2PA Demak, Senin (11/2/2019) siang.

Apalagi sekarang korban dalam keadaan hamil.

Jika ayah dari bayinya adalah ayahnya sendiri, bayi tersebut dapat beresiko memiliki cacat bawaan.

"Dengan keadaan korban yang telah menjadi orang tua tunggal sebelumnya, tentu kehidupan korban menjadi sangat berat,"jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekeliling korban, hendaknya tidak mengolok-olok korban atau berperilaku yang memperberat beban perasaan korban.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinsos P2PA Demak, kekerasan perempuan dan anak dibawah umur pada tahun 2018 terdapat 50 kasus dengan rincian kekerasan seksual 22 kasus, kekerasan fisik 24 kasus, Melarikan anak 2 kasus, KDRT 1 kasus, Bullying 1 kasus.

Kemudian, kekerasan perempuan dan anak dibawah umur pada tahun 2017 terdapat 81 kasus, dengan rincian:

- Pencabulan dan persetubuhan dengan anak 20 kasus

- Pencabulan anak 1 kasus,

- Sodomi anak 4 kasus

- Melarikan anak 2 kasus

- Penelantaran anak 1 kasus

- Kekerasan fisik anak 16 kasus

- Pencurian oleh anak 10 kasus

- KDRT 26 kasus

- Kekerasan terhadap perempuan 1 kasus.

Pada tahun 2016 terdapat 57 kasus, dengan rincian KDRT 14 kasus, kekerasan seksual 27 kasus, tarfiking 1 kasus, pencurian oleh anak 5 kasus, kekerasan fisik oleh anak 5 kasus, kekerasan fisik terhadap anak 9 kasus.

(*)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved