Cegah Tindak Kejahatan, Kapolres Salatiga Imbau Setiap Kelurahan Dipasangi CCTV

Menurut Gatot, adanya CCTV DI gang masuk diharapkan menekan bertambahnya jumlah korban teror pembakaran kendaraan.

Cegah Tindak Kejahatan, Kapolres Salatiga Imbau Setiap Kelurahan Dipasangi CCTV
TRIBUNJATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Kota Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyikapi maraknya kejadian tindak kejahatan pembakaran mobil dan motor di Jateng, Polres Salatiga imbau pemerintah kelurahan pasang kamera CCTV.

Kapolres Kota Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, berdasarkan catatan Polda Jateng korban teror pembakaran motor maupun mobil berjumlah 29 unit dengan lokasi kejadian terbanyak di Kota Semarang, kemudian Kendal, Ungaran, dan Grobogan.

"Kami selain mengubah jam patroli serta menambah patroli khusus pada pukul 02.00-04.00 dini hari."

"Selain itu, sebaiknya setiap kelurahan dipasangi kamera CCTV," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/2/2019)

Menurut Gatot, adanya CCTV DI gang masuk diharapkan menekan bertambahnya jumlah korban teror pembakaran kendaraan.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan membagikan kentongan khusus ke sejumlah kelurahan yang ada di Kota Salatiga sebagai sarana komunikasi massal apabila terjadi suatu tindak kejahatan.

"CCTV saat ini harganya juga tidak terlampau mahal, tidak usah semua sudut gang hanya sebagian menyesuaikan anggaran yang dimiliki setiap kelurahan," imbuhnya.

Ia menambahkan, selain memasang kamera CCTV masyarakat diimbau secara mandiri pada setiap RT dan RW menerapkan pola jam operasional dengan pemasangan portal.

Portal, lanjut Kapolres, tidak harus terbuat dari besi melainkan bambu tujuannya meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

Dirinya meyakini dengan sejumlah upaya tersebut baik melalui pengawasan kamera CCTV dan pemblokiran jalan lewat pemasangan portal otomatis potensi kejahatan lebih kecil peluangnya.

"Tidak hanya itu baik pemerintah desa maupun kecamatan dan warga supaya menerapkan sistem atau akses masuk dan keluar kendaraan satu pintu agar lebih mudah diawasi," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved