Link Live Streaming ILC TVone Selasa 12 Februari 2019 Pukul 20.00 WIB: Potret Hukum Indonesia 2019

Link live streaming ILC Tvone pada hari Selasa 12 Februari 2019 pada pukul 20.00 WIB. tema Potret Hukum Indonesia 2019: Benarkah Tajam Sebelah?

Link Live Streaming ILC TVone Selasa 12 Februari 2019 Pukul 20.00 WIB: Potret Hukum Indonesia 2019
Youtube
Aa Gym Ungkap Sosok Pemenang Pilpres, Peserta ILC Bertepuk Tangan 

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan memberikan bantuan hukum terhadap Slamet Ma'arif.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Ahmad Muzani.

Ia menuturkan, pihaknya akan melakukan pembelaan dan membantu dalam proses hukum.

"Kami akan melakukan pembelaan terhadap Slamet Ma'arif. Apalagi Pak Slamet Ma'arif adalah Wakil Ketua BPN. Jadi saya kira kita akan membela, akan membantu dalam proses hukum. Mudah-mudahan ada hasil," ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, juga mengatakan hal serupa.

"Koridor hukumnya memang sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga harus segera diproses di pengadilan dalam koridor hukum dan untuk itu kami perlu membantu Slamet Ma'arif," ujar Mardani.

3. Bawaslu telah beri peringatan

Bawaslu Solo mengklaim pihaknya telah memberikan peringatan kepada panitia Tabligh Akbar agar tak ada kampanye politik dalam kegiatan tersebut.

"Bawaslu sebenarnya sudah melakukan pencegahan ke panitia melalui lisan, bahwa tidak boleh ada kampanye ataupun orasi ditujukan kepada salah satu paslon pada saat tabligh akbar," ungkap Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo Poppy Kusuma.

Poppy menambahkan jika panitia mengajukan izin untuk menggelar tabligh akbar bukan kampanye.

4. Fadli Zon sebut pihaknya akan bela habis-habisan

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon, mengatakan pihaknya akan membela Slamet Ma'arif.

"Saya kira kami akan bela habis-habisan tentu saja. Karena menurut saya, ini (proses hukum terhadap Slamet) tidak perlu," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Ia juga meminta pihak lain untuk tidak melakukan kriminalisasi.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan paslon lawan tidak ada tindak lanjut.

"Kalau kita lihat apa yang terjadi ini, kan, bersifat administratif saja, ya. Jangan dikriminalisasi. Banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 tapi tidak ditindaklanjuti," ucapnya.

Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal seperti diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Kampanye yang dilakukan Slamet Ma'arif tersebut diduga tergolong sebagai metode kampanye rapat umum.

Metode ini baru boleh dilakukan 21 hari jelang akhir masa kampanye, yaitu 24 Maret-13 April 2019. (*)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved